Tampilkan postingan dengan label TNI-AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI-AD. Tampilkan semua postingan

Yonif 202 Menjadi Batalyon Infantri Mekanis Kedua

29 Agustus 2011


Panser Anoa 6x6 buatan Pindad (photo : Defense Studies)


Yonif 202/Tajimalela Gelar Penataran Ranpur

JAKARTA (Pos Kota) – Komandan Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Letnan Kolonel Inf Heru Agung Aryandhono pimpin penataran alutsista dan Kendaraan Tempur ANOA 6×6 buatan Pindad bertempat di Mako Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Rawalumbu Bekasi Jawa Barat.


Yonif 202/Tajimalela mulai bulan Juni 2011 ini telah menerima 45 unit ranpur ANOA 6×6 yang sekaligus akan menjadi alutsista yang dipertanggung jawabkan kepada Yonif 202/Tajimalela dalam rangka memenuhi kebutuhan pembentukan Batalyon infanteri Mekanis (Yonif Mekanis) yang nantinya akan menjadi kekuatan baru di jajaran TNI-AD dalam upaya meningkatkan kekuatan pertahanan.


Mengingat akan pentingnya alutsista ini dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI-AD maka Danyonif 202/Tajimalela mengadakan kegiatan Penataran Mengemudi Kendaraan Tempur (Tar Mudi Ranpur) Anoa 6×6. Penataran mengemudi kendaraan tempur ini untuk meningkatkan kemampuan pengemudi sekaligus memberikan pelatihan bagi prajurit Yonif 202/Tajimalela yang akan disiapkan untuk menjadi pengemudi Ranpur. Dan diikuti sebanyak 45 orang Tamtama. Lama penataran dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 18 – 20 Agustus 2011, praktek mengemudi di Kompleks Perumahan Delta Mas Cikarang Kab. Bekasi.



Danyonif 202/Tajimalela mengecek langsung ke lapangan guna pelaksanaan kegiatan tersebut dan memberikan penekanan kepada seluruh peserta tentang pentingnya pemeliharaan materil dan alutsista yang dipertanggungjawabkan terutama Ranpur Anoa 6×6 pindad sehingga seluruh peserta yang mengikuti penataran tersebut, diharapkan mampu mengemudi termasuk melaksanakan pemeliharaan terhadap Ranpur yang akan dipertanggung jawabkan.

(PosKota)

TNI Angkatan Darat Bentuk Tiga Divisi Baru

04 Agustus 2011


Divisi Mekanis dengan kendaraan panser 6x6 (photo : Kaskus Milliter)



Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Darat membentuk tiga divisi baru untuk mendukung tugas pokok matra darat menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo usai bersilaturahmi dengan para purnawirawan TNI Angkatan Darat di Jakarta, Rabu, mengatakan, divisi baru tersebut mencakup unit mekanis, lintas udara, dan mobilitas udara.


Divisi Mobilitas Udara dengan helikopter serbu (photo : Kaksus Militer)


"Penambahan divisi baru tersebut sesuai modernisasi dan rematerialisasi," katanya.



Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigadir Jenderal TNI Wiryantoro menambahkan, penambahan kekuatan itu diutamakan pada kendaraan tempur dan mobilitas pasukan.


Unit mekanis adalah satuan infanteri plus yang memiliki unit kavaleri tersendiri. "Saat ini ada batalyon mekanis baru dibentuk di Jakarta," ungkapnya.


Divisi Lintas Udara bersiap melakukan penerjunan dengan pesawat C-130 Hercules (photo : Poskota)



Wiryantoro mengatakan, unit lintas udara dan mobilitas udara merupakan satuan infanteri yang memiliki mobilitas tinggi dan dapat digelar dengan cepat di daerah operasi.


Ia menambahkan, satuan-satuan tersebut cocok dikerahkan di daerah hutan rimba, seperti di kawasan Papua dan Kalimantan.(*)


Heli Mi-35P dan Bo-105 Lakukan Uji Penembakan

23 Juli 2011

Uji penembakan dengan helikopter Mi-35P TNI AD (photo : Puslatpur)


Dalam rangka memenuhi kebutuhan alutsista TNI AD khususnya Puspenerbad, Kemhan RI telah melakukan pengadaan 3 unit Helikopter Mi-35P beserta 3 pucuk senjata Canon Gsh 30K, munisi Canon Kal 30 mm, serta 6 unit Rocket Launcher B8V20-A dan Rocket S-8 Kom Kal 80 mm.

Guna mewujudkan kesiapan operasional senjata dan amunisi Helikopter Mi-35P maka dilaksanakan uji fungsi senjata Canon Gsh 30K beserta Canon Kal. 30 mm dan Roket Launcher B8V20-A serta Roket S-8 Kom kal. 80 mm. Uji fungsi senjata dan Amunisi Helikopter Mi-35P dilaksanakan pada tanggal 19 s.d. 20 Juli 2011di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD.

Dalam pelaksanaan Uji Fungsi Senjata dan Amunisi Helikopter Mi-35P hadir turut menyaksikan Danpuspenerbad Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto, beberapa Pamen dari Kemhan, Mabes TNI, Mabesad, dan Dislibangad serta Muspida OKU Timur didampingi oleh Danpuslatpur Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Moch. Fachrudin.

Pelaksanaan kegiatan Uji Fungsi Senjata dan Amunisi Helikopter Mi-35P berjalan lancar dan aman.


Baca Juga :


Uji penembakan dengan helikopter Bo-105 TNI AD (photo : Puslatpur)

Latihan menembak Senjata Pesawat Helikopter Bo 105 Skadron 11/Serbu TA. 2011 digelar pada tanggal 21 Juli 2011 di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, latihan ini diikuti oleh 48 orang dari Skadron 11/Serbu Penerbad dan didampingi oleh personel Puslatpur Kodiklat TNI AD sebagai pengawas dan pemandu daerah latihan.

Latihan ini bertujuan untuk memelihara, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kerjasama antar awak pesawat terbang dalam melaksanakan penembakan senjata pesawat terbang sesuai rating dan persenjataan pesawat terbang.

Sasaran yang ingin dicapai adalah menguasai dan mampu melaksanakan prosedur bongkar pasang Roket FFAR 2,75 inch, menguasai dan mampu melaksanakan prosedur tindakan pengamanan Roket FFAR 2,75 inch, menguasai dan mampu melaksanakan prosedur komunikasi tehnik menembak senjata pesawat terbang dengan roket launcher FFAR 2,75 inch dan mampu melaksanakan penembakan senjata pesawat terbang dengan Roket Launcher FFAR 2,75 inch.

Materiil yang digunakan dalam latihan ini adalah Pesawat Helicopter Bo 105 sebanyak 2 unit dan Roket FFAR 72 butir yang terdiri dari Roket FZ 32 (Smoke) 40 butir dan Roket FZ 71 (Anti Personel) sebanyak 32 butir.

Pelaksanaan latihan menembak senjata pesawat Helikopter Bo 105 Skadron 11/Serbu berjalan lancar dan aman.

TNI Uji Coba Howitzer Korea di Lumajang

20 April 2011

Howitzer KH-178 buatan Korea Selatan (photo : PusdikArmed)

Pasca Bentrok Kebumen, Uji Coba Meriam TNI Dipindah ke Lumajang

Surabaya - Bentrok antara aparat TNI dengan warga di Kebumen, Jawa Tengah yang dipicu penolakan uji coba Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) milik TNI AD berupa meriam Howitser, berdampak pada pengalihan lokasi pengujiannya.

Mabes TNI AD kemudian memutuskan untuk memindahkan lokasi uji coba dari Kebumen ke kawasan Air Shooting Range (lapangan tembak udara) di wilayah Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Uji coba ini sendiri dilaksanakan, Selasa (19/4/2011) siang, yang dihadiri sejumlah Perwira Tinggi dari Mabes TNI AD di Jakarta bersama sejumlah konsultan Alutsista yang terbang langsung ke kawasan air shooting range Desa Pandanwangi, dengan menggunakan sebuah helikopter milil TNI AD.

Dalam rombongan Perwita Tinggi Mabes TNI AD ini, terdapat Asisten Operasional (ASSOPS) KSAD Mayjend Hariyadi Soetanto bersama Panglima Divisi 2 Kostrad, Asrena KSAD. Wadan Pusen Armed dan sejumlah konsultan dalam negeri yang menghubungkan dengan pabrik Alutsista di Korea Selatan yang khusus mendatangkan meriam Howitser keliber 105 yang diuji-cobakan kali ini.

Dalam uji coba ini, Mayjend Hariyadi Soetanto kepada detiksurabaya.com menyampaikan, pemilihan areal Air Shooting Range di Desa Pandanwangi ini, dipilih karena memang merupakan daerah latihan untuk dicoba untuk senjata.

”Yang ideal memang uji coba meriam Howitser yang baru kami datangkan dari Korea Selatan ini dilaksanakan di sini. Kalau di Kebumen, jangkauan tembaknya tidak mencapai jarak ideal 11,8 kilometer. Tadinya memang mau diuji-cobakan di Kebumen, tapi jaraknya tidak sampai. Sedangkan kalau di lapangan tembak Pandanwangi, bisa mencapai jarak ideal 11,8 kilometer,” bebernya.

Dikatakan lebih lanjut oleh ASSOPS KSAD ini, alutsista jenis Howitser 105 yang diberi dari Korea Selatan ini berjumlah 18 pucuk. Sedianya yang ujicobakan di kawasan Air Shooting Range Desa Pandanwangi, sebanyak 6 pucuk yang dipilih secara random.

”Setelah nanti dipastikan semuanya telahd iujicobakan dan berfungsi baik, maka akan ditempatkan sebagai alutsista untuk Armed Kostrad di Purwakarta. Selanjutnya, TNI AD akan mengembangkan penambahan meriam Howitser dari Korea Selatan ini, sampai jumlah keseluruhan 54 pucuk,” urai Mayjend Hariyadi Soetanto.

Dalam ujicoba meriam Howitser yang dilajksanakan di areal tertutup untuk umum ini, dinyatakan ASSOPS KSAD berjalan bagus.

”Tadi uji-cobanya bagus. Amat sangat layak untuk kemudian ditindaklanjuti sebagai bagian untuk memenuhi Alutista Angkatan Darat. Tadi, 78 butir peluru kaliber 105 yang ditembakkan dari meriam Howitser yang didatangkan dari Korea Selatan. Akurasinya bagus, dan berkisar antara 21 meter saja. Dan untuk tembakan armed itu sangat bagus. Sejauh ini memang ada kerjasama dengan korea selatan. Untuk alutsista TNI AD, 18 pucuk dengan keseluruhan 54 pucuk meriam dari Korea Selatan ini,” sambungnya.

Seputar insiden bentrok antara aparat TNI AD dengan warga di Kebumen, Mayjend Hariyadi Soetanto berpendapat, sangat mungkin dalam peristiwa itu ada kelompok-keompok tertentu yang mempunya kepentingan hingga menyebabkan bentrokan tersebut terjadi. ”Kan wilayah itu tanah TNI AD. Tapi, saya tidak begitu tahu siapa orang atau kelompok-kelompok itu,” pungkas Mayjend Hariyadi Soetanto.

(Detik)

Prajurit Kostrad Ikuti Acara Pengenalan Teropong

15 April 2011

Acara pengenalan teropong jarak jauh (photo : Kostrad)

Bertempat di Ruang Mandala Makostrad Jakarta, Selasa (12/4), prajurit dari satuan jajaran Kostrad, mengikuti acara pengenalan teropong jenis Long Range Hand-Held Binoculairs/Thermal Imager MF.

Sophie MF thermal imager (photo : Thales)

Para peserta yang berjumlah 23 orang berpangkat bintara tersebut, mendapat pengetahuan baru tata cara pengoperasian dan pemeliharaannya. Usai di Ruang Mandala, para peserta berkesempatan untuk mencoba teropong di Lapangan Tembak Madivif 1 Kostrad Cilodong, Bogor.

TNI AD Berencana Membentuk Resimen Penerbad

04 April 2011

Skadron Penerbangan Angkatan Darat akan dibentuk menjadi 1 Resimen (photo : Vivanews)

Kasad Tinjau Markas Pusdik Penerbad Baru dan Rencana Lokasi Divisi Linud Kostrad

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta, meninjau Markas Pusdik Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) yang baru dibangun, dan meninjau lokasi rencana pembangunan dan pembentukan Markas Divisi Lintas Udara (Divif Linud), di Semarang Jawa Tengah, Jumat (1/4).

Usai Mendarat di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Kasad menerima pemaparan dari Komandan Puspenerbad Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto mengenai kondisi satuan Penerbad serta rencana dislokasi Pusdik Penerbad dan rencana pembentukan Resimen Penerbad. Lokasi Pusdik Penerbad yang baru tidak jauh dari lokasi Pusdik lama. Pertimbangan dislokasi Pusdik Penerbad disebabkan untuk memudahkan komando pengendalian dengan resimen Penerbad.

Selain meninjau Markas Pusdik Penerbad yang baru, juga dipaparkan rencana pembentukan Resimen Penerbad yang lokasinya disatukan dengan Markas Pusdik Penerbad. Usai menerima Pemaparan dari Danpuspenerbad, Kasad menerima pemaparan dari Kepala Zeni Kodam IV/Diponegoro Kolonel Czi Darwin tentang pembangunan Markas Pusdik Penerbad baru serta rencana pembangunan Markas Divisi Linud Kostrad yang lokasinya bersebelahan.

Usai menerima paparan dari kedua pejabat tersebut, Kasad meninjau lokasi rencana pembangunan Markas Divisi Linud Kostrad. Lokasi lahan Mako Divisi Linud Kostrad menggunakan tiga lahan milik TNI Angkatan Darat yang terdapat masing-masing tempat di area Pusdik Penerbad seluas 29,2 Ha, di Kelurahan Baru Sari seluas 1,7 Ha dan di Kelurahan Meteseh seluas 262,2 Ha.

Disamping Pembangunan Mako Divisi juga akan dibangun Rumah Dinas Panglima Divisi, Kas Divisi, dan Staf Divisi serta rumah dinas bagi personil Divisi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana antara lain lapangan apel, lapangan tembak, lapangan halang rintang, lapangan teknis kecabangan serta fasilitas lapangan olah raga.

Dalam kunjungan kerja Kasad tersebut, Kasad menyempatkan melakukan kunjungan ke Akademi Militer Magelang untuk melaksanakan olah raga bersama dengan para Taruna Akmil dan memberikan pengarahan di hadapan para Taruna dan dan pembina di Akademi Militer Magelang.

Pelatihan Meriam KH 178

28 Maret 2011

Pelatihan meriam KH-178 105mm untuk Angkatan Darat (photo : pussenarmed)

Danpussenarmed Brigjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP di dampingi staf membuka PELATIHAN OPERATOR MERIAM 105 MM KH 178 pada tanggal 16 Maret 2011 bertempat di Batalyon Armed 9/KOSTRAD. Kegiatan ini merupakan langkah nyata yang dilaksanakan oleh Pussenarmed, sebagai tindak lanjut dari program rematerialisasi alut sista guna menuju strategi kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force).

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta pelatihan dalam mengawaki meriam 105 mm KH 178. Dalam amanatnya Danpussenarmed menyampaikan agar kegiatan penataran dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh kedisiplinan (Self Dicipline), sehingga nantinya para peserta pelatihan dapat menjadi kader pelatih di lembaga pendidikan maupun di satuan.

PT DI Serahkan Heli NBell ke TNI AD

02 Februari 2011

Heli Bell 412EP TNI AD akan dilengkapi senapan 30mm di kanan dan kiri pesawat (photo : Chandra Marsono)

Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali menambah amunisi bagi pertahanan Indonesia melalui TNI AD. Mereka menyerahkan 1 unit helikopter jenis NBELL 412 EP.

Penyerahan helikopter tersebut dilaksanakan Rabu (2/1/11) di Pusat Penerbangan Angkatan Darat Skadron 21 TNI AD, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

"Peristiwa ini adalah bukti kesiapan PT DI dalam menyiapkan revitalisasi industri pertahanan dalam negeri," ujar Direktur Utama PT DI Budi Santoso dalam sambutannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Suryo Prabowo yang menerima helikopter ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT DI. Ia menyatakan, kerjasama dengan PT DI ini secara bertahap akan terus dilakukan.

"Ini merupakan bukti komitmen Angkatan Darat untuk memperdayakan produksi dalam negeri yang sejalan dengan amanah presiden," ujarnya.

Prabowo juga berharap PT DI juga mampu meningkatkan kualitas produksinya agar mampu bersaing dengan industri luar negeri dan mampu memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri. "Jangan berhenti dan terbatas pada rasa bangga, tetapi juga bertekad mengembangkan kualitas dari produksi," harap Prabowo.

Usai menerima helikopter tersebut, Prabowo menyempatkan diri untuk mencobanya. Ia menggunakan helikopter tersebut untuk berangkat ke Pusdikintel TNI AD di Ciomas Bogor. Duduk di belakan pilot, ia tersenyum dan melambai kepada wartawan. Setengah jam berlalu, helikopter telah kembali lagi ke lapangan udara Pondok Cabe.

Menurut Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigjen N Wahyu Rianto, heli dengan daya angkut 15 ton atau dapat juga mengangkut 15 orang termasuk pilot ini akan ditempatkan di Skadron 31 Semarang. "Rencananya untuk pesawat angkut. Tapi nanti juga akan dilengkapi dengan senapan 30 mm di kiri dan kanan heli. Ini untuk pengamanan saat pendaratan," ujarnya.

Sementara itu, menurut Asisten Logistik TNI AD Mayjen Wibowo, harga heli itu Rp 99 miliar. Dia menjelaskan, dibanding heli tipe NBELL lainnya, heli NBELL 412 EP ini memiliki kapasitas mesin yang lebih besar serta semua peralatannya sudah digital. Kelebihan lain heli ini mampu melakukan auto-pilot hovering, yakni terbang stagnan di udara secara otomatis. Heli NBELL lain seperti tipe 412 HP atau 412 SP belum mampu melakukannya.(adi/nrl)

KSAD: "Puspenerbad Akan Tambah 2 Skadron Baru"

14 Desember 2010

Hingga tahun 2019 akan ditambah dua skuadron baru masing-masing di Tanjungredep, Kalimantan Timur dan Timika, Papua sehingga berjumlah 6 skuadron (photo : Media Indonesia)

Semarang, CyberNews. Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) TNI AD akan membuka dua skadron baru untuk mendukung tugas-tugas operasi militer, mobilitas udara, dan patroli perbatasan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta melalui amanatnya yang dibacakan Wakasad Letjen TNI J Suryo Prabowo pada upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Puspenerbad di Lanumad A Yani, Kota Semarang, Senin (13/12).

"Penambahan Skadron Penerbad diharapkan mampu mendukung dan memperkokoh kekuatan armada TNI AD dalam tugas-tugas operasi militer, mobilitas udara, patroli perbatasan dan pengintaian," kata KSAD dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakasad.

Dua skadron Penerbad baru tersebut, rencananya akan bermarkas di Tanjungredep, Kalimantan Timur dan Timika, Papua. Saat ini, TNI AD masih melakukan persiapan personil, materiil, piranti lunak, pesawat dan pangkalan.

"Dengan bertambahnya dua skadron tersebut, maka sampai akhir 2019 mendatang Puspenerbad akan memiliki 6 skadron," ungkap Wakasad.

Sebelumnya telah ada 4 skadron, diantaranya Skadron 11/Serbu dan Skadron 31/ Serbu yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Jateng. Sementara Skadron Udara-21/Serba Guna di Pondok Cabe, Jakarta, dan di Sumatera.

Sementara itu, dalam memimpin upacara sertijab Komandan Puspernerbad yang diserahterimakan dari Brigjen TNI Nabris Haska kepada Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto, KSAD berharap agar Komandan Puspenerbad yang baru tak hanya siap mengemban tugas operasi militer perang saja, tapi juga operasi penanggulangan akibat bencana alam.

"Musibah dan bencana yang kerap terjadi di tanah air saat ini, khususnya untuk daerah yang sulit dicapai melalui jalur darat namun menuntut kecepatan bertindak, Puspenerbad harus mampu berperan mengatasi kondisi tersebut. Puspenerbad seseuai perannya dapat membantu dibidang transportasi logistik dengan heliopter ke daerah bencana," jelasnya.

Terlihat hadir dalam sertijab Danpuspenerbad itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistyono dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo.

Danpuspenerbad yang baru Brigjen TNI Mochamad Wachju Riyanto sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Potensi Pertahanan Kementrian Pertahanan RI. Sedangkan Komandan Puspenerbad TNI AD yang sebelumnya, Brigjen TNI Nabris Haska setelah menserahterimakan jabatan tersebut kemudian akan memasuki masa pensiun.

(Suara Merdeka)

TNI Siapkan Pembangunan Satu Batalyon Tank di KODAM XII

26 September 2010

Tank tempur ringan Scorpion (photo : Detik)

Pontianak, (ANTARA) - Komando Daerah Militer XII Tanjungpura mulai membangun satu batalion tank bagian Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat awal tahun 2011 guna menambah kekuatan di kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

"Batalion tank itu akan kami tempatkan di Kabupaten Bengkayang, untuk memudahkan mobilisasinya kendaraan berat itu di sepanjang kawasan perbatasan Kalbar - Malaysia," kata Komandan Korem 121 Alambhana Wanawai Kolonel Inf Toto Rinanto di Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan, rencana pembentukan batalion tank itu secara detil masih digodok di Mabes TNI AD.

"Pada dasarnya kami siap mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dari gangguan luar dan dalam," kata Totok.

Menurut dia, lokasi akan dibangunnya batalion tank itu sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

"Saya bersama Pangdam XII Tanjungpura sudah turun langsung meninjau lokasi pembangunan batalion tersebut," ujarnya.

Sebelumnya Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Moeldoko membenarkan, pembangunan batalion tank di Bengkayang akan dimulai pada 2011. Jumlah personel yang ditempatkan untuk batalion tersebut sekitar 600 orang.

"Sekarang, yang ada hanya setingkat Detasemen Kavaleri," kata dia.

Selain itu, jenis tank yang digunakan saat ini akan diganti dengan yang berkapasitas dan kemampuan tempur lebih baik. Jumlahnya pun lebih banyak.

Menurut dia, penempatan batalion tank di Bengkayang dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan poros tengah di Kalbar.

Mobilisasi ke berbagai daerah di Kalbar juga lebih mudah dan cepat karena infrastruktur relatif baik.

"Misalnya menuju Sanggau, atau daerah perbatasan lainnya, mudah dilakukan," kata Moeldoko.

Kodam XII Tanjungpura juga akan terus melakukan pembinaan teritorial terpadu dengan pemerintah daerah setempat di wilayah perbatasan. Diantaranya mengenai aspek kesadaran bela negara, kewarganegaraan yang sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Ia melanjutkan, penanganan di perbatasan perlu dilakukan secara menyeluruh. "Tidak hanya membangun sistem pertahanan dan keamanan," katanya.

Kodam XII Tanjungpura bermarkas di Pontianak dengan cakupan dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kostrad Harus Berstandar Internasional

14 Agustus 2010

Latihan terjun payung taktis Yonif Linud 328/DGH Kostrad di Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, (photo : Kompas)

Pasukan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad dituntut memiliki kemampuan berstandar internasional. Tuntutan itu harus tetap menjadi patokan di tengah keterbatasan alat utama sistem persenjataan. Kemampuan berstandar internasional itu, menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, tidak bisa ditawar lagi.

Secara umum, prioritas Angkatan Darat tahun ini adalah peningkatan profesionalisme,” kata George Toisutta di sela-sela latihan terjun Batalyon Lintas Udara (Linud) 328/DGH, Selasa (10/8). Menurut George, walaupun fasilitas yang dimiliki Linud kurang, kemampuan prajuritnya harus sesuai dengan standar operasi internasional. Hal ini termasuk kualitas kemampuannya dan pendekatan yang tidak melanggar hak asasi manusia.

Di sela-sela latihan terjun Yonif Linud 328/DGH di Cibenda, Sukabumi, Panglima Kostrad Letjen Burhanudin Amin menyatakan, Linud seharusnya didukung ketersediaan pesawat yang memadai. Namun, jumlah pesawat belum cukup. ”Sekarang baru ada dua pesawat, seharusnya minimal empat pesawat,” kata George Toissuta yang juga mantan Pangkostrad.

Kostrad merupakan pasukan tempur pemukul terbesar yang dimiliki TNI saat ini dengan sekitar 36.000 personel. Posisinya sangat strategis karena harus siap untuk tiba-tiba dikirim ke mana saja. Kostrad memang diciptakan untuk menjadi pasukan pemukul yang harus bekerja dalam waktu singkat.

Tetap Siaga

Tidak heran, pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) yang terdiri dari tiga angkatan, yaitu AD, AL, dan AU, yang berada langsung di bawah Panglima TNI, unsur utamanya diambil dari Brigade Infanteri Lintas Udara. Merekalah yang harus tiba secepatnya di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai lokasi bermasalah. Dalam kondisi negara aman dan damai, PPRC tetap siaga penuh di markas setiap angkatan.

Berkaitan dengan pengembangan Kostrad, George mengatakan, pembentukan Divisi 3 Kostrad yang diperuntukkan bagi kawasan timur Indonesia masih dalam kajian. Menurut dia, masih dalam kajian juga apakah di Papua akan diadakan kodam baru atau dibentuk divisi 3 saja.

”Kalau kodam baru yang di Kalimantan Barat itu memang kajiannya telah selesai dan DPRD Kalbar yang memintanya,” kata George.

Latihan yang diadakan Selasa lalu di Cibenda ini meliputi terjun statik dan terjun bebas (freefall). Terjun statik merupakan kualifikasi terjun yang dibutuhkan pasukan Linud untuk sebuah serbuan militer. Ceritanya, para prajurit Linud diterjunkan ke wilayah sasaran untuk melaksanakan perebutan cepat sebuah target atau wilayah. Sementara terjun bebas adalah penerjunan di mana penerjun terjun bebas dari pesawat dan payung baru dibuka di ketinggian tertentu untuk mencapai sasaran dengan tepat.

”Ini cuma latihan penyegaran saja. Medannya perlu berubah-ubah supaya keterampilan meningkat,” kata Letjen Burhanudin. Payung yang digunakan adalah payung bulat MC 11 buatan AS dan MC 11C buatan Korea. Penerjunan dilakukan dari Hercules long body yang terbang dengan ketinggian sekitar 370 meter dan kecepatan pesawat 64 meter/detik dalam empat gelombang dengan jumlah penerjun masing-masing 92 orang. Gelombang pertama dipimpin Komandan Batalyon Linud 328 Letkol Inf Budiman.

Penghijauan

Selain berlatih terjun, Kostrad juga membagi-bagikan bahan kebutuhan pokok dan melakukan penghijauan. Hal ini dilakukan dengan dasar berpikir untuk mengurangi pemanasan global. Berdasarkan catatan, jumlah pohon mencapai 6.000 batang, yang terdiri dari pohon trembesi, mahoni, nangka, durian, jambu air, mangga, pete cina, akasia, dan waru gunung. Sekitar 700 warga dan anak sekolah bersama-sama prajurit AD menanam pohon yang didahului secara simbolis oleh KSAD dan Pangkostrad.

Setiawan, perwakilan warga dari Kecamatan Ciemas, mengatakan, pada masa awal-awal reformasi, pembalakan liar marak di kawasan Cibenda, Kecamatan Ciemas. Saat ini Sungai Ciletuh dan Cimarinjung juga mengalami kekurangan debit air walau tidak sampai kering.

Anwar Haeruman, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi, menyambut upaya TNI tersebut. Namun, menurut dia, waktu penanaman akan lebih efektif kalau dilakukan pada musim hujan.

Dia berharap agar selain upaya penanaman, yang juga harus diperhatikan adalah pemeliharaan. Pasalnya, masyarakat tak bisa masuk ke lokasi penanaman pohon yang merupakan instalasi militer tersebut. ”Nanam-nya sih gampang, yang susah itu peliharanya,” ucap Anwar.

TNI AD Uji Coba Rudal Grom di Kutai Timur

05 Mei 2010

Meriam ZUR-23KG dilengkapi rudal Grom (photo : Altair)

BALIKPAPAN--MI: Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk Pertahanan Udara TNI AD terus ditingkatkan, kali ini TNI AD kembali membeli sejumlah Rudal Grom Komposit Meriam 23 mm Zur 23-2 kg-1 buatan Polandia.

Sedikitnya dua buah rudal ditembakkan ke udara dengan target pesawat Aeromodeling yang sudah disiapkan oleh Satuan Detasemen Artileri Pertahanan Peluru Kendali (Denarhanud Rudal) 002/Bontang, Daerah Militer VI/Tanjungpura, dalam uji coba peluru kendali (rudal) di Pantai Sekrat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Selasa (4/5).

Dalam uji coba tersebut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta hadir menyaksikan. Rudal Grom Komposit Meriam 23 mm Zur 23-2 kg-1 merupakan salah satu jenis rudal pengganti Rudal Rapier yang saat ini sudah di-grounded karena misilnya telah melebihi batas dari masa usia pakainya.

Sementara itu, jenis rudal tersebut adalah jenis fire and forget, yakni saat rudal keluar dari peluncurnya secara otomatis akan mengejar bagian sasaran udara yang paling panas sampai menegnai dan menghancurkan sasaran. "Rudal ini memiliki jangkauan yang cukup bagus. Ini sebagai bentuk perbaikan alutsista kita yang memang harus diremajakan," ujar George. (SY/OL-01)

(Media Indonesia)

TNI AD Latihan Perang Kota

13 April 2010

LRAC-89 : senjata lawan tank buatan Prancis (photo : Kaskus Militer)

TNI AD Latihan Perang Kota di Bireuen

SATU regu anggota pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti dan Kodim 0111/Bireuen, menggempur markas persembunyian musuh di pusat Kota Bireuen, Aceh, Senin (12/4). TNI berhasil memukul kekuatan musuh dengan menggunakan taktik perang kota.

Latihan taktik tempur kota itu dilaksanakan di lapangan Yonif 113/Jaya Sakti di selatan Kota Bireuen. Selain masing-masing personel dilengkapi senjata SS 1, pasukan khusus TNI-AD dari satuan infanteri berkekuatan 28 personel, juga dilengkapi dengan senjata lawan tank (SLT) LRAC 89-F1 buatan Perancis, mortir sedang serta senjata mesin sedang (SMS).

Komandan Yonif (Danyon) 113/Jaya Sakti, Letkol (Inf) Trenggono didampingi Dandim 0111/Bireuen Letkol (Inf) R Suharto mengatakan latihan taktik tempur digelar secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan latihan dasar guna menguasai taktik perang kota. Seluruh personel TNI-AD dibekali dengan pemantapan latihan tanda-tanda visual dalam patroli, teknik melintasi bangunan, serta tenik penyerangan pemukiman dan kota. "Taktik tempur kota ini juga secara terus-menerus disosialisasikan kepada seluruh prajurit sehingga mereka diharapkan mampu menguasai seluruh teknik tempur dasar," kata Trenggono. n

TNI AD Kaji Divisi Infanteri 3 Kostrad

18 Februari 2010

Pasukan Kostrad (photo : Kaskus Militer)

Jakarta, Kompas - Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad masih mengkaji kebutuhan akan adanya Divisi Infanteri 3 Kostrad di kawasan timur Indonesia, dari dua divisi yang telah dimiliki. Walaupun belum ada alokasi anggaran untuk 2010, hal ini dianggap perlu, mengingat kondisi lapangan yang luas.

Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta seusai serah terima jabatan Panglima Kostrad dari Jenderal George Toisutta kepada Letjen Burhanudin Amin, Rabu (17/2) di Lapangan Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad di Cilodong, Jawa Barat. Divisi Infanteri 2 Kostrad berlokasi di Singosari, Malang, Jawa Timur.

Menurut George, bagi TNI Angkatan Darat, yang terpenting adalah penyebaran personel yang merata. Ia menceritakan ucapan mantan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Pattimura Mayjen M Noer Muis yang mengatakan, jumlah pulau dan tentara di Maluku dan Maluku Utara masih jauh dari ideal.
”Satu pulau hanya bisa dijaga enam prajurit,” kata George.

Berdasarkan keadaan itu, keberadaan Divisi 3 Kostrad masih dikaji. Ia menekankan, tidak ada penambahan atau perubahan kekuatan di TNI AD yang tidak lewat kajian. Kebijakan itu akan dikoordinasikan TNI dengan Kementerian Pertahanan dan Dewan Perwakilan Rakyat. Saat ditanya apakah hal itu akan direalisasikan pada 2010, George menyatakan, belum ada alokasi anggaran.

Pengamat militer dari FISIP Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, mengatakan, rencana pembentukan satu divisi Kostrad di bagian timur Indonesia konsisten dengan strategi pertahanan berlapis. Ancaman dilihat datang dari utara di poros barat, yaitu Natuna dan Malaka, tengah yaitu Laut Sulawesi, dan utara yaitu Laut Arafura.

”Pasukan memang harus dibagi,” kata Andi. Menurut dia, selama ini Divisi Infanteri 2 Kostrad di Malang yang mengatasi masalah di timur Indonesia. Andi mengatakan, rencana penambahan divisi ini merupakan karakter pertahanan yang berbeda dengan rencana penambahan kodam di Papua.
”Kostrad itu adalah satuan pemukul tempur, sementara kodam untuk pembinaan teritorial dan logistik,” kata Andi. (EDN)

TNI-AD Bentuk Tiga Batalyon Infanteri Mekanis

16 Februari 2010

Panser Anoa milik Infantri Mekanis Kodam Jaya (photo : Kodam Jaya)

Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Darat membentuk tiga Batalyon Infanteri Mekanis di tiga komando daerah militer (kodam) untuk menghadapi ancaman sesuai perkembangan lingkungan strategis global yang makin dinamis dan beragam."

Selain disesuaikan dengan analisa ancaman dan perkembangan lingkungan strategis, pembentukan tiga batalyon infanteri mekanis di tingkat kewilayahan, juga disesuaikan dengan tuntutan kekuatan pokok minimum TNI-AD," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta di Jakarta, Selasa.

Berbicara pada peresmian Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha, George Toisutta mengatakan, pembentukan tiga batalyon infanteri mekanis itu merupakan bagian dari penataan organisasi Angkatan Darat menghadapi tuntutan dan kebutuhan organisasi, agar lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya.
"Selain itu, mampu menjalankan fungsi pembinaan satuan bagi upaya pencapaian tugas Angkatan Darat secara optimal," katanya menambahkan.

Kasad menegaskan, perubahan organisasi Yonif itu telah melalui kajian secara seksama dan cermat selama dua tahun belakangan, diikuti dengan kegiatan uji teori berjenjang terhadap hasil penyusunan orgas Yonif Mekanis Kodam.

"Digelarnya Yonif dengan format organisasi Yonif Mekanis merupakan jawaban atas perkembangan global bidang militer yang berpengaruh terhadap strategi perang dan strategi militer di masa yang akan datang", tutur George. Sehingga, lanjut dia, setiap Kodam akan dilengkapi dengan satu Brigif dan perkuatannya.

Kasad menjelaskan, Satuan Brigif Kodam itu dikembangkan sesuai kondisi geografi daerah yang menjadi daerah operasi satuan-satuan tersebut, sehingga Yonif Kodam yang ada secara bertahap dilengkapi dengan Yonif Mekanis, khususnya satuan-satuan yang berlokasi di daerah perkotaan, guna menyesuaikan perkembangan strategi perang secara global.

Selain di Kodam Jaya, akan dibentuk batalyon serupa di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam VI/ Tanjungpura.

Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha, sebagai salah satu jajaran Brigif 1 Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti dilengkapi personel yang profesional dan berklasifikasi sesuai bidangnya, dan materiil atau alat peralatan yang lebih, seperti kendaraan tempur panser Komando, panser Angkut Personel Sedang (APS) dan ambulans.

"Dengan demikian, Yonif Mekanis ini diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik daripada Yonif sebelumnya," ujar George. (R018/A038)

(Antara)

Dephan Terima Hibah Dua Unit Helikopter NBO-105 Dari Dephut untuk TNI AD

15 Desember 2009


Helikopter NBO-105 (photo : yoelvisian)

Jakarta – DMC, Departemen Pertahanan (Dephan) menerima hibah dua unit Helicopter NBO-105 dari Departemen Kehutanan (Dephut) yang selanjutnya diserahkan kepada TNI Angkatan Darat. Penyerahan dua unit helikopter tersebut dilaksanakan secara simbolis melalui penandatangan naskah berita acara serah terima oleh Sekjen Dephut Dr. Ir. Boen M. Purnama M.Sc dengan Dirjen Ranahan Dephan Marsdya TNI Eris Herryanto, MA, Selasa (15/12) di kantor Dephut, Jakarta.

Usai diserahterimakan kepada Dephan, selanjutnya Dephan menyerahkan kedua helikopter tersebut kepada TNI AD yang juga dilaksanakan secara simbolis melalui penandatangan naskah berita acara serah terima oleh Dirjen Ranahan Dephan Marsdya TNI Eris Haryanto, MA dengan Asisten Logistik (Aslog) Kasad Mayjen TNI Hari Krisnomo S.IP, M.Sc. Acara serah terima tersebut dihadiri dan disaksikan oleh sejumlah pejabat di lingkungan Dephan, Dephut, Mabes TNI dan Mabes TNI AD.

Sekjen Dephut dalam sambutannya mengatakan, dua unit Helikopter NBO-105 merupakan buatan PT DI yang diproduksi pada tahun 1981. Selama pengoperasiannya pernah dikerjasamakan oleh Dephut dengan TNI AU. Selanjutnya dalam rangka mendukung operasional TNI AD, pada tahun 2004 dipinjampakaikan kepada TNI AD untuk masa pinjam pakai selama dua tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak.

Lebih lanjut Sekjen Dephut mengatakan, dengan memperhatikan aturan yang ada dan mengingat kedua unit helikopter tersebut dirasa sangat dibutuhkan untuk mendukung operasionalisasi kegiatan TNI AD, maka Dephut menghibahkannya kepada TNI AD melalui Dephan.

Disamping alasan lainya antara lain pemeliharaan pesawat atau helikopter yang ternyata menurut Sekjen Dephut memerlukan biaya yang sangat besar dan harus memiliki fasilitas dan Sumber Daya Manusia yang memadai untuk operasionalisasinya.

Diakhir sambutannya Sekjen Dephut berharap, setelah diserahterimakannya kedua helikopter tersebut diharapkan nantinya dapat berguna bagi TNI AD khususnya dalam rangka mendukung operasional di lapangan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Sementara itu, Dirjen Ranahan Dephan mengatakan, saat ini Alutsista yang dimiliki oleh TNI masih sangat kurang dan masih jauh dari apa yang diharapkan apabila dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia. “Alutsista TNI khususnya pesawat terbang atau helikopter masih dirasakan kurang”, ungkapnya.

Oleh karenanya, dengan dihibahkannya dua unit helikopter oleh Dephut kepada TNI AD diharapkan akan dapat membantu TNI AD dalam melaksanakan tugas – tugas operasionalnya.

Menurut Dirjen Ranahan Dephan, kedua helikopter tersebut selama ini sangat bermanfaat bagi TNI AD. Satu unit saat ini dalam keadaan unserviceable, dan satu unit lagi berada di lapangan dalam rangka mendukung kegiatan di perbatasan.

“TNI AD merasa terbantu dengan adanya dua heli ini untuk kegiatan operasional, mudah -mudahan setelah diserahterimakan, TNI AD akan lebih leluasa lagi untuk memanfaatkan kedua heli ini”, tambah Dirjen Ranahan Dephan.

Senada dengan Dirjen Ranahan Dephan, Aslog Kasad juga mengatakan bahwa kedua helikopter tersebut selama ini sangat dibutuhkan dan sangat membantu TNI AD khususnya Kodam Tanjung Pura untuk mendukung kegiatan - kegiatan yang berkaitan dengan pengamanan wilayah perbatasan. (BDI/HDY)

(DMC)

KSAD Janjikan Alutsista Penerbangan Ditambah

17 November 2009

Helikopter TNI-AD akan ditambah lagi dengan 6 unit Mi-17 (photo : NF-Gaero)

SEMARANG (SI) – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal TNI George Toisutta mengungkapkan, saat ini telah direncanakan adanya penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) penerbangan sebanyak enam unit helikopter jenis MI-17. “Tapi hal tersebut masih akan melihat anggaran yang disediakan pemerintah,” ungkapnya usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) di Lanumad Ahmad Yani Semarang, kemarin.

Mantan Pangkostrad ini menambahkan, saat ini ada tiga tantangan yang harus dihadapi Puspenerbad. Tantangan pertama, menurutnya adalah keterbatasan anggaran Negara untuk pembangunan dan pengadaan alutsista penerbangan. “Hal ini berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan komponen utama penerbangan karena sebagian besar alat penerbangan mempunyai teknologi tinggi dan merupakan produksi luar negeri,”jelasnya. Tantangan lain yang harus dihadapi,terang George,adalah keterbatasan alat utama pesawat terbang.

Menurutnya, kondisi ini berdampak terhadap pemenuhan jam terbang, baik dalam pembinaan kekuatan maupun penggunaan kekuatan. “Sehingga pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan fungsi penerbangan belum dapat berjalan secara optimal,” sebutnya. George menambahkan, tantangan yang ketiga adalah rekrutmen personel yang berkualifikasi penerbang membutuhkan waktu lama dan anggaran yang tidak sedikit.

Sementara di sisi lain, terang George, kemampuan penyediaan prajurit Angkatan Darat secara menyeluruh masih terbatas. “Karena itu, Puspenerbad kita harapkan terus berimprovisasi dan berinovasi untuk mencari solusi terbaik serta meningkatkan profesionalisme dalam rangka kesiapan kesatuan,”harapnya.

Dalam kesempatan itu, George Toisutta juga menerima wing kehormatan penerbang dari Danpuspenerbad Brigjen TNI Nabris Haska sebagai tanda kehormatan. Dalam acara itu, juga disuguhkan sejumlah atraksi dari para prajurit TNI, maupun para istri TNI. Para istri TNI menyuguhkan sejumlah tari-tarian dari sejumlah daerah yang dikemas modern. Sementara para prajurit memamerkan keahilan mereka dalam bela diri.

(Seputar Indonesia)

Rencana Kodam Baru di Papua

12 November 2009



Pasukan TNI AD dalam perayaan HUT TNI (photo : Kompas)



TNI Berencana Tambah Kodam Baru



JAKARTA (SI) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI) berencana melakukan pemekaran komando teritorial dengan menambah komando daerah militer (kodam) di beberapa wilayah.



Salah satu wilayah yang akan ditambah adalah Papua. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal TNI George Toisutta mengatakan,Angkatan Darat sedang melakukan kajian-kajian untuk penambahan beberapa kodam baru. ”Yang di Papua, Insya Allah akan ada (penambahan kodam),” ujar George seusai menghadiri upacara serah terima jabatan KSAD di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, kemarin.



Selain di Papua, penambahan kodam juga akan dilakukan di Kalimantan Barat. Terkait kesiapan TNI AD dalam menghadapi ancaman terorisme, George menyatakan, hal itu merupakan salah satu tugas pokok TNI yang dilakukan dengan operasi militer selain perang. Hal ini, ujar dia, sesuai dengan amanah UU 34/2004 tentang TNI.



”Untuk penanganan terorisme, tetap kita bantu pihak kepolisian,”paparnya. Sementara itu, dalam amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, mekanisme pergantian jabatan merupakan hal yang wajar di lingkungan TNI. Dia mengingatkan,pergantian jabatan bukan hanya dengan mengganti personel, melainkan juga mengandung makna dan misi berkesinambungan yang harus dilanjutkan pejabat baru.



”Mekanisme pergantian jabatan adalah hal yang wajar, tapi bukan sekadar pergantian personel.



Pergantian ini diharapkan bisa menjaga kesinambungan misi TNI Angkatan Darat sekaligus proses dinamisasi organisasi seiring tuntutan tugas yang semakin berat,”kata Panglima. Pergantian personel, ujar dia, turut pula mengandung makna semangat pembaruan dan penyegaran pemikiran.Lebih lanjut, Djoko mengatakan, dengan perkembangan yang ada,tantangan tugas TNI semakin dinamis dan kompleks. Panglima meminta,TNI AD dapat terus melakukan pembinaan terarah dan berkesinambungan.




(Seputar Indonesia)

Lemjitek TNI AD Ciptakan Robot Tempur

23 Oktober 2009

Salah satu robot ciptaan TNI-AD (photo : Melani101006)

MALANG(SI) – Siapa bilang anak negeri tidak mampu menciptakan teknologi perang, seperti produksi Pentagon Amerika Serikat atau negara maju lainnya.

Buktinya,meski dengan segala keterbatasan fasilitas yang dimiliki Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjitek) TNI AD, Karangploso,Kabupaten Malang, mampu menciptakan robot tempur. Robot tempur yang masih dalam bentuk prototype ini, sudah mampu dioperasionalkan dan diujicobakan di lapangan terbuka. Sistem operasionalnya juga sangat canggih, yakni menggunakan sistem kendali jarak jauh memanfaatkan gelombang radio.

Menurut salah seorang anggota teknisi lapangan Lemjitek TNI AD, Kapten Arh.Petrus Gunawan, prototype robot tempur ini sudah beberapa kali diujicobakan,dan mampu menempuh jarak hingga 1 km dari pusat kendali. ”Ukurannya 1,5 m kali 0,5 m dengan berat sekitar 100 kg. Robot ini memiliki mesin penggerak dua roda,dan mampu mengangkut beban hingga sekitar 150 kg, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 60 km/jam,” terangnya. Robot yang diciptakan pada tahun 2009 dan belum memiliki nama ini, digerakkan dengan tenaga listrik dari dua baterei yang tersimpan di dalam bodi robot.

Dua baterei ini memiliki kekuatan 36 volt yang berfungsi untuk penggerak, dan 12 volt untuk sistem kontrolnya. Gunawan mengaku, kondisi robot ini belum sepenuhnya sempurna karena baru selesai proses perakitannya, kemungkinan masih sekitar 70-80% dari kondisi ideal yang diinginkan. Meski dinyatakan belum sepenuhnya sempurna, namun robot tempur ini memiliki kemampuan yang setara dengan robot tempur impor. Selain dapat dikendalikan secara jarak jauh, robot ini dilengkapi dengan kamera pengintai sebanyak enam unit,dan sensor ultra- sonic untuk mengenali setiap hambatan yang dihadapi.

”Kami juga memasang dua senjata perusak pada robot ini, yakni senapan mesin ringan (SMR) jenis Minimi kaliber 5,56 mm, dan roket anti tank Estalansa caliber 90 mm yang bisa dioperasionalkan dari jarak jauh,”ungkapnya. Rencananya Lemjitek TNI AD akan terus menyempurnakan robot tempur ini,bahkan akan mengusulkannya ke Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) TNI AD,untuk dijadikan salah satu perlengkapan tempur. Teknisi lapangan Lenjitek TNI AD lainnya,Kapten Arm.Gatut Yuli Susanto mengaku,robot tempur ini sengaja dirancang untuk senjata pengintaian sehingga dilengkapi kamera dan alat sensor.
”Namun, apabila ada kondisi darurat seperti ada serangan dari lawan,baik senjata ringan maupun kendaraan tempur berat, robot ini mampu juga menjadi alat tempur yang efektif dan aman,karena bisa dikendalikan dari jauh”katanya.


(Seputar Indonesia)

Pindad Selesaikan 40 Panser Pesanan Dephan

7 Juli 2009

Panser Anoa 6x6 dalam proses akhir produksi (photo : Pikiran Rakyat)

Bandung, 6/7 (ANTARA) -PT Pindad selesaikan pengerjaan 40 unit panser APS 6x6 pesanan pemerintah dan akan diserah terimakan kepada Departemen Pertahanan Selasa (7/7) .

Rencananya serah terima panser untuk memperkuat Alutsista Indonesia itu akan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kompleks PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung.

"Penyerahan panser besok merupakan tahap kedua, Februari lalu sudah diserahkan sebanyak 20 Panser lainnya," kata Kepala Humas PTDI, Timbul Sitompul di Bandung.

Dengan demikian, PT Pindad hingga awal Juli 2009 ini telah menyelesaikan sebanyajk 60 unit panser dari total Panser 6x6 dan panser pengintai pesanan pemerintah sebanyak 154 unit.

Timbul menyebutkan, sisa pesanan itu akan diselesaikan hingga akhir 2010 mendatang. Sementara total nilai kotrak pengadaan Panser itu senilai 1,1 miliar dollar AS.

"Panser itu akan digunakan oleh TNI, namun distribusinya akan dilakukan oleh Dephan," kata Timbul.

Panser 6x6 APS itu merupakan panser pengangkut yang bisa dipasangi dua jenis senjata api berat di bagian depan dan belakang. Selain itu juga dilengkapi dengan teknologi komunikasi yang cukup handal untuk diturunkan di medan tugas.

Panser Anoa sudah digunakan oleh Kodam IX Udayana (photo : Kaskus Militer)

Menurut Timbul, kontrak pengadaan panser dengan Dephan RI merupakan yang pertama kalinya dilakukan. PT Pindad sendiri berupaya maksimal memproduksi panser dalam jumlah besar.

Panser APS itu, dirancang dengan body terbuat dari besi baja yang tahan ledakan serta dengan teknologi mesin Renault dan gearboks dari Eropa.

Pesanan panser itu, merupakan salah satu realisasi dari program pengadaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) buatan dalam negeri sekaligus optimalisasi BUMN strategis di dalam negeri.

Sementara itu, disamping akan menyerahkan 40 unit Panser pesanan Dephan, di Kompleks PTDI juga akan digelar "Gelar Teknologi Hankam"."Pindad akan memamerkan seluruh produk mulai dari panser, persenjataan serta lainnya," kata Timbul.

Pindad selama ini memproduksi senjata api genggam maupun laras panjang. Salah satu produk andalannya adalah senjata SS-1 dan SS-2 yang saat ini didistribusikan untuk persenjataan TNI maupun Polri.

Sementara itu Kepala Humas PT Dirgantara Indonesia, Rokhendi menyebutkan, PTDI akan memamerkan produk andalannya yakni Pesawat CN-235, CN-235 MPA, prototipe CN-250 serta produk PTDI lainnya.

Gelar Teknologi Hankam itu akan digelar di Hanggar CN-235 PTDI.