Tampilkan postingan dengan label EROPA TIMUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EROPA TIMUR. Tampilkan semua postingan

Anders Tampil dengan Kanon Cockerill 105mm

22 September 2011

Anders tank ringan buatan Polandia dengan kanon CT-CV kaliber 105mm buatan Cockerill (photos : Obrum)

Pabrikan OBRUM (BUMAR Group) di Gliwice, Polandia, telah menyiapkan versi lain dari platform Anders yang multiperan. Kali ini dengan kanon buatan CMI Belgia (Cockeril Cockerill Maintenance & Ingénieri) yaitu CT-CV kaliber 105 mm.

Umpan balik yang positif tentang teknologi kendaraan demonstrator Anders (termasuk dari mantan kepala tim pengembangan tank Merkava Israel - Kej Avigdor Klein) bahwa chassis prototipe kendaraan Anders produksi Obrum di Gliwice dapat dengan mudah diintegrasikan dengan perusahaan kanon CT-CV 105mm buatan CMI Belgia.


Pekerjaan tersebut dilakukan pada 12-14 September. Ini membuktikan bahwa Anders dengan platform universal telah dirancang dengan baik dan multi-tujuan dengan potensi pengembangan yang besar seperti yang digambarkan dalam program. Hal ini mengingat bahwa varian tersebut harus layak sebelum MSPO 2011 di Kielce (5-8 September) dimana spesialis Belgia telah berhasil menyelesaikan integrasi kanon CT-CV dengan kendaraan beroda rantai Anders.

Anders dengan kanon CTG-120mm buatan RUAG-Swiss (photos : Militaryphotos)

Di Kielce, pertama kali diumumkan ke publik bahwa dana penelitian dan pengembangan platform Anders dengan beberapa varian dapat mecapai lebih dari 50 mln zł (Menurut laporan MSPO angka ini malahan lebih dari 300 mln zł). Hal ini membuka kemungkinan untuk dibicarakan dengan mitra domestik dan asing. Juga sudah dapat dipastikan bahwa akan segera dibangun versi demonstrator yang lain, kemungkinan besar kendaraan akan diperbesar dan diperpanjang (dengan tambahan satu roda) untuk keperluan pembuatan prototipe versi infanteri tempur.


Kendaraan dengan kanon 105 mm ini belum dilakukan uji coba (pada tahun lalu Anders berhasil diuji dengan dilengkapi kanon kaliber 120-mm buatan RUAG Swiss di Kielce pada 22 Oktober 2010). Meskipun demikian terbukti bahwa semua mekanisme sistem kanon CT-CV Belgia dapat bekerja sama dengan chasis Polandia. Dalam catatan waktu lebih dari 12 bulan menunjukkan bahwa Anders dapat menjadi platform untuk tiga jenis system kanon yaitu 30 mm, 105 mm hingga 120 mm. Hal ini sangat penting untuk diketahui oleh calon pelanggan.


Anders yang diperlengkapi dengan kanon dari Belgia kaliber 51-105mm ini akan diuji dengan tes penebakan pada tahun depan.

(Altair)

RI-Serbia Jajaki Kerja Sama Alutsista

16 September 2011

Serbia menawarkan alutsista termasuk tank. Serbia mempunyai MBT modern tipe T84 (photo : worldwide-defence)

Jurnas.com SERBIA melakukan presentasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) mereka yang diwakili produsen produk pertahana Serbia, Yugo Import SDPR J.P. di Gedung Urip Sumoharjo Kementerian Pertahanan, Kamis (15/9).

Presentasi ini dilakukan sebagai penjajakan atas kemungkinan kerja sama apa saja yang bisa dilakukan kedua negara.

Dalam pertemuan bertajuk Lokakarya Kerja Sama Indonesia-Serbia ini, Indonesia diwakili oleh Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto. Sedangkan dari Serbia, Menhan Serbia H.E Dragan Sutanovac menjadi wakilnya.

Dalam pertemuan ini, Director for Armaments and Defence Equipment Yugo Import SDPR J.P Nenad Miloradovic Serbia mempresentasikan alutsista mereka, diantaranya senapan Mo2 Coyotte, peluncur roket M56/33, truk pengangkut senjata Nora B52, LRSVM-1, tank, knight attack helicopter, pesawat Utva-75, Lasta-95.

Roket 122mm Serbia sudah dapat mencapai jarak tembak 40 km (photo : worldwide-defence)

Direktur Teknologi Industri Pertahanan Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Agus Suyarso mengatakan, dirinya mengapresiasi alutsista yang dipamerkan Serbia. Namun begitu, dia berharap Indonesia tidak hanya dalam bentuk jual beli. “Kami mengharap adanya sharing teknologi dengan bentuk join production,”katanya.

Menurut Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto, dalam kesempatan ini, Serbia juga menawarkan beasiswa untuk para kadet Indonesia. “Dibidang kedokteran militer. Mereka memang kuat di kedokteran militer. Mereka menawarkan untuk kadet, tapi tergantung pada kita. Ini belum dibicarakan,”katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (13/9), kedua negara telah sepakat menjalin kerjasama dengan menandatangani nota kesepahaman yang diwakili Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro dan Menhan Serbia H.E Dragan Sutanovac.


Baca Juga :

RI Taksir Munisi Kaliber Besar Serbia
16 September 2011

Jurnas.com INDONESIA melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) diperkirakan akan membeli Munisi Kaliber Besar (MKB) buatan Serbia. Siang ini, produsen senjata Serbia Yugoimport SDRP J.P melakukan presentasi produk industri pertahanan mereka dalam acara Lokakarya Kerjasama Indonesia-Serbia di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Kamis (15/9).

“Kita nggak bisa bandingkan dengan negara lain karena masing-masing punya beberapa keunggulan.

Tapi dibanding yang lain, Serbia unggul di bidang munisi,”kata Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto.

Menurut Eris, senjata buatan Serbia memiliki daya jangkau yang tinggi disebabkan faktor munisi yang baik. “Tapi masih akan kami kaji. Saya sampaikan pada Dirtekind untuk dikumpulkan apa saja yang kita mau dan inginkan, yang ada pada mereka,”katanya.

“Untuk produk lain ada saingan misalnya Korea, Turki, Prancis. Tapi munisi besar mereka unggul,”kata Direktur Teknologi Industri Pertahanan (Dirtekindhan) Brigjen TNI Agus Suyarso.

Namun begitu, kata Agus, Perlu dilakukan kajian mengenai fungsi, kebutuhan, dan biaya yang harus dikeluarkan Indonesia. “Nanti kita bilang, bikin munisi sama dia. Tapi nantinya Pindad harus investasi. Jadi harus dibicarakan,”katanya.

Dia menambahkan, Indonesia sudah pernah membeli munisi berat Serbia, ketika negara ini masih bernama Yugoslavia,T 105 mm. Agus berharap, RI- Serbia tidak hanya melakukan jual beli, tapi kerjasama dalam bentuk join production. “Kalau bisa ada transfer teknologinya, jangan cuma beli doang. Kita ingin ini betul-betul terealisasi,”katanya.

Jika ini dapat terwujud, lanjut Agus, kedua negara bisa melakukan kerjasama lebih lanjut. “Teknologi-teknologi lain yang merupakan turunannya, propelant, selongsong, komponen tank, komponen pesawat bisa saja dilakukan kalau dia sebagai original productnya,”tambah Agus.

Antonov Details Plans for An-178 Airlifter

09 Juli 2011

Antonov An-178 airlifter (photo : militaryphotos)

Antonov has confirmed plans to launch flight tests in 2013 of its new An-178 airlifter, a potential rival to turboprop designs such as the Alenia Aeronautica C-27J and Lockheed Martin C-130J.

The twinjet derivative of the An-158 airliner and business jet still remains in the design stages, with the concept having been revealed less than two years ago.

An-178 is the further development of An-148 (photo : Keypublishing)

The An-178 adds a rear cargo door and ramp, but retains most of the features of the high-wing An-158, which is itself a stretched version of the 70-85-seat An-148 regional jet.

Antonov has released conflicting information about the payload capacity of the military development. In a recent interview, a company official described the maximum payload of the aircraft as being 18,000kg (36,700lb). But marketing documents distributed at the Paris air show list the same statistic as 15,000kg.

Antonov An-148 of the Myanmar Air Force (phota: Russian Planes)

Launched as a replacement for the An-12, the An-178 is one of several new light airlifters expected to enter the market during this decade. Embraer's KC-390 and the Hindustan Aeronautics/ United Aircraft multi-role transport aircraft are the closest competitors.

Antonov recently restarted production of its An-70 strategic transport, and also has revealed that preliminary design activities are being performed on a weaponised maritime patrol aircraft based on the An-168.

(Flight Global)

Industri Strategis Bulgaria Tertarik Berkerjasama Dengan Indonesia

30 Juni 2010

Selongsong artileri dengan beragam kaliber 122, 152, 155mm atau ukuran lainnya dipakai untuk menghantarkan radio jammer HF/VHF ke daerah musuh (photo : Samel90)

Setelah melakukan serangkaian pertemuan dengan pihak pemerintah pada 2 hari sebelumnya, pada tanggal 23 Juni 2010, delegasi Studi Strategi Luar Negeri Program Pendidikan Reguler Angkatan (SSLN PPRA) XLIV Lemhannas RI Tahun 2010 melakukan kunjungan kerja ke perusahaan industri pertahanan, Samel-90, di Kota Samokov (96 km dari Sofia) untuk memperoleh gambaran secara lebih mendalam tentang industri pertahanan di Bulgaria serta menjajaki kemungkinan kerjasama. Samel-90 yang berdiri sejak 46 tahun lalu memproduksi alat-alat komunikasi militer dan sipil, dengan produk utamanya Samel Artilery Jammer (SAJ).

Dubes RI pada kesempatan kunjungan tersebut mendorong Samel-90 untuk berkerjasama dengan Indonesia dalam bentuk “joint production“ karena terbentang pasar yang luas yaitu negara-negara di Kawasan Asia Tenggara maupun Asia Pasifik. Berkaitan dengan ini, pihak Samel-90 diundang untuk partisipasi pada Indo Defense Expo (IDE) bulan Oktober/November 2010 di Jakarta.

Optix Terma Mobile reconnaissance & surveillance system untuk pengawasan perbatasan darat (photo:Optix)

Managing Director Samel-90, Dipl., Eng Peter Georgiev, menyambut baik tawaran dan undangan tersebut serta akan mengupayakan kembali berpartisipasi pada IDE 2010 guna menjajaki kerjasama dengan mitranya di Indonesia, setelah sebelumnya berpartisipasi pada tahun 2008. Kepada Dubes RI diminta kerjasama untuk mendapatkan mitra Indonesia yang betul-betul berminat untuk kerjasama tersebut. Dijelaskan bahwa produk Samel-90 telah memenuhi standar NATO dan digunakan di berbagai negara, antara lain di Pakistan, Thailand, Turki, negara-negara Afrika Utara, dan digunakan AB Bulgaria yang bertugas di Afganistan.

Deputy Director for the Special Purpose Production, Dipl. Eng. Georgi Ionchev, menambahkan bahwa perusahaannya siap bekerjasama langsung dengan Indonesia dan memproduksi peralatan tertentu sesuai kebutuhan dan spesifikasi yang diperlukan, serta dimungkinkannya transaksi langsung maupun melalui agen penghubung. Menjawab pertanyaan mengenai harga produk, Ionchev menyatakan harga produk Samel-90 sangat bersaing dengan mutu yang jauh lebih baik serta memberikan fasilitas sebelum pengiriman produk hingga after sales service.

Expomil : Melihat Produk Industri Pertahanan Romania

14 November 2009

LAROM multiple launch rocket system (photo : Magnus Manske)

Expomil adalah pameran pertahanan di kawasan Baltik yang diselenggarakan di Romania. Expomil 2009 diselenggarakan pada tanggal 11-14 November 2009 di Romexpo Exhibition Center Bucharest. Expomil kali ini adalah pameran ke-6 dari agenda pameran selama 2 tahunan ini.

Pameran yang diikuti oleh 100 perusahaan dari 18 negara ini juga banyak menampilkan produk industri pertahanan Romania. Berikut ini adalah beberapa diantara produk yang dipamerkan.

MLI-84M (photo : Vincent Burgat)

MLI-84M adalah pengembangan dari kendaraan tempur infantri produk Russia BMP-1 IFV namun mempunyai bodi yang lebih panjang dan dipasang Overhead Weapon System OWS-25 dari Rafael Israel dengan kanon 25mm. Kendaraan amfibi dengan berat 17 ton ini memakai diesel Caterpillar C9 dapat membawa 9 pasukan bersenjata lengkap dan mampu menahan peluru 14,5mm.

ATROM self propelled howitzer (photo : Army Recognition)

ATROM truck mounted howitzer adalah varian Romania dari howitzer Israel Atmos 2000. Howitzer seberat 22 ton ini dilengkapi dengan Soltam 155mm/L-52 gun howitzer. Howitzer ini dapat menjangkau jarak 41km, bersifat air transportable dengan pesawat C-130 Hercules. ATROM dikembangkan dari kendaraan truk 6x6 Roman dan memakai mesin diesel MAN.

LAROM MLRS (photo : Militaryphotos)

LAROM adalah peluncur rocket laras banyak yang dipasang di atas truk 6x6, kaliber yang digunakan dapat 122mm atau 160mm. Kendaraan dengan berat 13,7ton ini memerlukan 5 awak untuk dapat menembakkan roket pada jarak minimal 10km dan maksimal 45 km.

TR-85M1 Bizonul Main Battle Tank (photo : Zalmodecikus)

MBT buatan Romania TR-85M1 adalah pengembangan dari tank Soviet T-55. Tank seberat 55 ton ini mempunyai kanon utama 100mm. Tank dengan mesin German ini diawaki 4 orang dan mempunyai kecepatan maksimal 60km/jam.

SAUR-1 APC (photo : Militaryphotos)

SAUR-1 adalah kendaraan angkut personil 8x8 seberat 13,5ton yang dapat membawa 9 personil bersenjata lengkap. Kendaraan amfibi dengan mesin diesel Cummins ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari ZIMBRU 2000. SAUR-1 dilengkapi dengan RCWS (remotely controlled weapon system) kaliber 12,7mm.

IAR-99 SOIM (photo : Airliners)

Selain Expomil, tidak dapat dilupakan bahwa Romania juga memproduksi pesawat jet latih dan tempur ringan IAR-99 SOIM (Hawk). Pesawat subsonic dengan berat max 5,5 ton ini ditenagai dengan mesin Roll Royce dan banyak memakai peralatan elektronik buatan Israel.


(Defense Studies)