Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

KRI Nanggala Tembakkan Torpedo SUT Kepala Latihan


14 Juni 2012, Bawean: KRI Nanggala-402 berhasil meluncurkan Torpedo SUT Kepala Latihan, dalam uji coba penembakkan di sekitar perairan Pulau Bawean Gresik, Kamis (14/06). Penembakan Torpedo oleh KRI Nanggala dilaksanakan pada dini hari sekitar pukul 04.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), pada posisi 06 03 335 S – 112 38 18 T sebelah Selatan Pulau Bawean, dengan jarak kurang lebih 3 Nautical Mile menuju sasaran.

Target senjata pamungkas kapal selam itu merupakan sebuah simulator yang dapat menimbulkan suara menyerupai baling-baling kapal (Propeler) berupa Noise Maker. Torpedo Kepala Latihan, berhasil meluncur dari KRI Nanggala hingga kurang lebih berjarak 1 Nautical Mile.

Peluru Kendali (Rudal) bawah air itu melesat dari tabung Torpedo KRI Nanggala dengan kecepatan Medium 23 Knot, selanjutnya mencari tracking sasaran hingga beberapa saat kemudian Torpedo itu berhenti dan mengapung diatas permukaan air.

Sebuah kendaraan air cepat berupa Sea Rider milik Satuan Komando Pasukan Katak yang bertugas mengikuti jejak Torpedo tersebut langsung memburu isyarat lampu yang menandakan keberadaan senjata setelah berhasil ditembakkan. Satu tim Kopaska yang berada di Sea Rider mengikuti luncuran Torpedo Kepala Latihan itu hingga beberapa saat hingga berhenti dan mengapung diatas air.

Uji coba ini merupakan pertama kalinya setelah KRI Nanggala mengalami perbaikan total (Overhaul) selama kurang lebih dua tahun di Korea Selatan beberapa bulan yang lalu. Setelah Overhaul KRI Nanggala mengalami perbaikan dan moderenisasi beberapa sistim dan persenjataan, diantaranya adalah sistim kontrol penembakan (Fire Control) Combat Management Sistem (CMS) type Multi Sensor Integrited (MSI) 90U MK2, menggantikan CMS lama tipe Sinbads.


Tujuan uji coba ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauhmana kemampuan kerja dan sinkronisasi antara sistem CMS MSI yang baru terpasang dengan senjata Torpedo SUT buatan Kongsberg Defence and Aerospace Norwegia tersebut.

Dengan berhasilnya penembakan Torpedo SUT kepala latihan ini menandakan bahwa sistem kendali senjata yang baru CMS MSI 90U MK2 yang terpasang di KRI Nanggala dapat bekerja secara optimal”, kata Dansatsel Koarmatim Kolonel Laut (P) Jefry Stanley Sangel. SH.

Selesai uji coba penembakan, Torpedo Kepala Latihan di evakuasi menggunakan dua buah perahu karet (PK) oleh tim Penyelam TNI AL dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim.

Selanjutnya Torpedo SUT yang berhasil ditembakkan itu dinaikkan ke atas geladak KRI Soputan-923 untuk selanjutnya dibawa kembali ke gudang senjata TNI AL (ARSENAL) Batu Poron, Bangkalan, Madura.

Satuan Tugas (Satgas) penembakan Torpedo Kepala Latihan ini melibatkan beberapa unsur pedukung sebagai pengamanan area latihan yaitu KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Hiu-804, 2 Sea Rider, 2 (PK). Sedangkan personel yang terlibat adalah 1 tim Kopaska Koarmatim, Dislambair Koarmatim, Laboratorium Induk Elektronika (Labinlek) Mabesal, Arsenal serta Diskes Koarmatim.

Sumber: Dispenarmatim

Kobangdikal Luluskan 30 Pasukan Elit TNI AL


14 Juni 2012, Surabaya: Pasukan elit TNI AL bertambah 30 orang, hal tersebut setelah Wakil Komandan Komando Pendidikan Marinir (Wadan Kodikmar) Komando Pengembangan dan Pendididkan Angkatan Laut (Kobangdikal) Kolonel Marinir Lasmono menutup Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Angkatan ke-38 di lapangan apel Kodikmar Gunungsari, Surabaya,Kamis, (14/6).

Pendidikan Komando yang berada di bawah Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infantri Marinir Kobangdikal tersebut, diikuti 30 siswa dan berhasil menyelesaikan pendidikan selama delapan bulan.

Dari 36 prajurit yang mengikuti pendidikan Diktaifib, hanya 30 orang yang lulus dan memenuhi kualifikasi yang ditentukan, sementara itu enam prajurit lainnya dikembalikan ke satuan asal karena tidak lulus dalam mengikuti program pendidikan pasukan elit TNI AL yang terkenal tanpa kompromi tersebut.

Menurut Komandan Kodikmar Kolonel Marinir Hasanuddin dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Kodikmar Kolonel Marinir Lasmono mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya pendidikan intai amfibi ini adalah untuk menyiapkan prajurit taifib Marinir sebagai prajurit pilihan yang dapat melaksanakan tugas pengintaian dan penyelidikan dalam Operasi Amfibi dan operasi-operasi lain, baik secara perorangan maupun tim.

Keberhasilan dalam menempuh pendidikan, lanjutnya hendaklah menjadi pendorong untuk membangkitkan semangat kerja, dan pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya Korps Marinir dan TNI AL. ”Dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks kedepan, diperlukan prajurit-prajurit mandiri dan memiliki kemampuan handal, mobilitas tinggi dan profesionalisme,” terang pamen melati tiga di pundak tersebut.

Peningkatan profesionalisme bagi prajurit, tambahnya, berarti seorang prajurit harus fokus terhadap peningkatan kualitas diri yang meliputi keberanian, kemampuan intelektual dengan ditunjang kualitas moral yang baik, yakni prajurit yang memiliki etos kerja yang tinggi, yang selalu mempunyai keinginan untuk maju dan selalu bekerja keras untuk kepentingan TNI, Negara dan Bangsa serta dilandasi iman dan taqwa. Setelah pelaksanaan upacara, dilanjutkan dengan foto bersama dan acara ramah tamah.

Selanjutnya mantan siswa Diktaifib Angk. XXXVIII TA. 2011 dikembalikan ke satuan asal, guna menunggu penempatan oleh Disminpers Kormar ke satuan baru yaitu Batalyon Taifib -1 Marinir Surabaya dan Batalyon Taifib -2 Marinir di Jakarta. Bagi prajurit merupakan fokus utama, yaitu prajurit TNI AL yang memiliki keberanian, kemampuan intelektual dengan ditunjang kualitas moral yang baik, yakni prajurit yang memiliki etos kerja yang tinggi, yang selalu mempunyai keinginan untuk maju dan selalu bekerja keras untuk kepentingan TNI, Negara dan Bangsa, yang didasari dengan iman dan taqwa.

Sumber: Kobangdikal

Tiga Bell-412 Perkuat Puspenerbal

13 Juni 2012, Surabaya: Tiga helikopter baru Bell-412 EP buatan Kanada tiba di Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Surabaya, Rabu. Mereka memperkuat Skuadron Udara 400 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal).

Upacara penyerahan tiga unit helikopter itu dipimpin Komandan Puspenerbal, Laksamana Pertama TNI Sugianto, di Apron Shelter Skuadron Udara 400, di pangkalan udara itu.

Kedatangan tiga helikopter tersebut molor sehari dari jadwal, karena terkendala cuaca buruk di Bandung saat akan diterbangkan ke Surabaya, Selasa (12/6). Begitu selesai upacara serah-terima, ketiga helikopter itu langsung didemonstrasikan kehandalannya.

Sebelum diserahkan kepada TNI AL, ketiga helikopter tersebut lebih dulu menjalani penyempurnaan di PT Dirgantara Indonesia Bandung, terutama disesuaikan dengan kepentingan pesawat militer dan desain khusus matra laut.

"Ketiga helikopter ini akan difungsikan sebagai pesawat angkut taktis dan dukungan logistik cepat," kata Sugianto.

Menurut ia, helikopter jenis Bell-412 EP sudah tidak asing lagi bagi penerbang TNI AL, karena sebelumnya mereka juga sudah mengoperasikan helikopter serupa dan juga jenis Bell-212.

Bell-412 series memiliki mesin lebih kuat ketimbang Bell-212 series. Secara kasat mata, lubang "knalpot" mesinnya ada dua sementara Bell-212 series cuma satu dan bilah baling-baling utamanya ada empat lembar.

Dengan begitu, bobot beban yang bisa diangkut bisa lebih berat dengan durasi terbang lebih lama sekaligus lebih jauh. Yang pokok juga, kemampuan manuverabilitasnya lebih baik ketimbang seri sebelumnya, termasuk lepas-landas dan mendarat di pijakan bergerak dan sempit seumpama di dek kapal perang.

Setelah upacara penyerahan, ketiga helikopter baru itu langsung digunakan untuk latihan pendaratan pasukan di Lanudal Juanda.

Sumber: ANTARA News

KRI Nanggala Akan Uji Coba Penembakan Torpedo


11 Juni 2012, Surabaya: Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim akan menggelar Uji Coba (Ucob) senjata strategis di sekitar perairan Laut Jawa dalam waktu dekat. Rencana tersebut kini dimatangkan pembahasanya dalam Tactical Floor Game (TFG) bertempat di ruang rapat Satsel Koararmatim Ujung Surabaya, Senin (11/06).

Dalam rapat pematangan rencana itu dipimpin langsung oleh Komandan Satsel Koarmatim Kolonel Laut (P) Jefry Staley Sangel. SH., dengan dihadiri oleh Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut (P) Purwanto, KRI Hiu-804 Letkol Laut (P) Bagus. H, Komandan KRI Soputan-921 Mayor Laut (P) Herby serta para tim pendukung yang terlibat dalam kegiatan itu.

Uji coba persenjataan strategis berupa Torpedo SUT DM264 Mod 0 rencananya akan dilaksanakan oleh KRI Nanggala yang baru selesai melaksanakan perbaikan total (overhaul) di Korea Selatan beberapa bulan yang lalu.

Senjata Torpedo yang akan ditembakkan merupakan jenis kepala latihan.

Dalam uji coba penembakan itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan integrasi antara Combat Management Sistem (CMS) type Multi Sensor Integrited (MSI) 90U MK2 dengan Torpedo SUT DM264 Mod 0 buatan Kongsberg Defence and Aerospace Norwegia.

Dimana sistem CMS MSI tersebut merupakan pengganti sistem lama yaitu CMS jenis Sinbads.

Penembakan ini sekaligus untuk menguji alat pengganti tersebut apakah dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

Unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penembakan Torpedo SUT Kepala Latihan tahun 2012, terdiri dari KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Hiu-804, KRI Soputan-921, 2 unit Sea Rider, 2 unit Perahu Karet (PK), 1 Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim, 1 Tim Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim, Laboratorium Induk Elektronika (Labinlek) Mabesal dan Arsenal serta Diskes koarmatim.

Sumber: Dispenarmatim

Satuan Patroli Koarmatim Gelar Latihan Gladi Parsial


8 Juni 2012, Surabaya: Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim menggelar latihan Gladi Parsial tahun 2012 yang melibatkan unsur-unsur dari Satuan kapal Patroli itu. Jumat (8/6).

Gladi parsial sebagai langkah awal persiapan untuk menghadapi latihan Armada Jaya itu digelar di Pangkalan Surabaya, perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan Laut Jawa. Dalam latihan yang digelar mulai tanggal 8-9 Juni ini melibatkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pandrong-801, KRI Tongkol -813, KRI Kakap-811, dan KRI Hiu-804.

Satrol Koarmatim mempunyai kemampuan tempur peperangan dan pertahanan kapal dalam formasi tugas tempur laut yang terdiri dari SAR, VBSS, Manuvra Taktis, Proskomtis, Gunex dan SRRCS. Mampu memecahkan persoalan taktis di laut dalam suatu formasi tugas tempur.

Latihan ini bertujuan untuk persiapan pelaksanaan tugas latihan yang lebih besar lagi dalam Armada Jaya tahun 2012. Selain itu juga untuk menguji kesiapan unsur dan keterampilan personel Satrol Koarmatim dalam melaksanakan aksi pertempuran laut sesuai dengan fungsi asasinya agar mampu mendukung tugas operasi dan latihan TNI/TNI AL.

Dalam Gladi Parsial kali ini kapal- kapal perang dari Koarmatim ini akan melaksankan kegiatan berupa menembak dengan persenjataan meriam kaliber 20 mm, meriam 40 mm dan meriam 57 mm dengan jenis amunisi peluru Practice/HE, latihan penembakan udara dengan peluru practice Tracer dan latihan penembakan AAROFEX dengan sasaran Rocket Flare/Hand Flare. Latihan ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengakhiran.

Sumber: Dispenarmatim

KRI Pulau Rangsang Latihan Penyapuan Ranjau


 Jakarta, 7 Juni 2012,-- Satuan Kapal Ranjau (Satran) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan pembinaan personel Satran Koarmabar dalam meningkatkan ketrampilan penyapuan ranjau di geladak KRI Pulau Rangsang (PRG-727) di dermaga Fasharkan Mentinggi Tanjung Uban, Kamis (7/6).

Komandan Satran Koarmabar (Dansatranarmabar) Kolonel Laut (P) Eko Wahyono, SE., mengatakan, guna meningkatkan pembinaan personel Satran Koarmabar dalam hal ketrampilan penyapuan ranjau, maka perlu adanya latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut serta untuk mengasah naluri tempur prajurit Satran Koarmabar.

Pelaksanaan latihan penyapuan ranjau tersebut, meliputi gelar alat penyapu ranjau (APR) jenis mekanik MSG 2S di geladak KRI Pulau Rangsang-727 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Agus Darmawan yang sedang sandar di dermaga Fasharkan Mentinggi, Tanjung Uban.

Lebih lanjut Dansatranarmabar menegaskan, bahwa untuk meningkatkan profesionalisme prajurit harus dilaksanakan pembinaan secara terus menerus berlanjut dan bertingkat, sehingga ketrampilan prajurit dapat tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel maupun materiil dalam setiap latihan atau Zero Accident.

Sumber: Dispenarmabar

Pangarmatim Tinjau Latihan Partial SAR Kapal Selam


1 Juni 2012, Surabaya: Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum berkesempatan meninjau pelaksanaan latihan Parsial SAR Kapal Selam yang dilaksanakan oleh Satuan Kapal Selam Koarmatim dan Dislambairarmatim, Jumat (1/6).

Latihan yang akan dilaksanakan pada minggu IV bulan Juni 2012 dimaksudkan untuk melatih unsur-unsur dan seluruh komponen SAR TNI AL dalam menyelenggarakan pencarian dan penyelamatan (SAR) memberikan bantuan atau pertolongan terhadap kapal selam yang mengalami kedaruratan di bawah air.

Latihan SAR ini merupakan latihan pertama yang akan dilaksanakan oleh TNI AL, oleh karena itu Pangarmatim menekankan agar dilaksanakan latihan secara parsial terhadap seluruh skenario latihan yang akan dilaksanakan, sehingga latihan SAR benar-benar dapat terlaksana dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Pangarmatim berkesempatan menyaksikan proses penggenangan dan pengeringan conning tower kapal selam yang dalam skenario latihan nanti akan dipergunakan sebagai tempat peluncuran para awak kapal selam dalam proses penyelamatan diri apabila kapal selam mengalami kedaruratan di bawah air.


Latihan parsial SAR kapal selam dilaksanakan selama lima hari, dimulai tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2012. Latihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu teori dan praktek.

Tahap teori dilaksanakan dari tanggal 28 hingga 30 Mei di Dock Kapal selam dan di ponton lumba-lumba.

Sedangkan tahap praktek dilaksanakan dari tanggal 31 Mei sampai1 Juni 2012 di dermaga kapal selam. Dalam tahap praktek kapal selam disimulasikan duduk dasar dan tidak dapat dihembus dari dalam kapal selam, sehingga memerlukan bantuan dari unsur penyelam TNI AL (Dislambair) untuk menghembus tangki pemberat pokok (TPP) kapal selam, sehingga kapal selam dapat timbul ke permukaan.

Setelah kapal selam diketahui lokasinya, unsur penyelam memasang Hose Connection ke TPP 1 dan 2 di bagian buritan kapal selam, dan ke TPP 5 dan 6 di haluan kapal selam.

Setelah pemasangan selesai, penyelam memberikan tanda ketukan dua kali pertanda kapal siap di hembus dari ponton lumba-lumba, kemudian ABK kapal yang ada didalam kapal membalas ketukan dua kali sebagai tanda mengerti dan kapal siap dihembus dengan bantuan ponton lumba-lumba.

Kegiatan penghembusan kapal selam dari ponton lumba-lumba tersebut disaksikan langsung oleh Asops Pangarmatim yang mengawasi proses pelaksanaan penghembusan tersebut sampai dengan selesai.

Proses penghembusan dilaksanakan secara perlahan selama 41 menit dengan tetap memperhatikan kondisi kapal. Setelah kapal berhasil di timbulkan tim penyelam melepas kembali Hose Connection ke TPP kapal selam, sekaligus sebagai tanda selesainya dilaksanakan latihan parsial SAR kapal selam tersebut.

Sumber: Dispenarmatim

Pangarmatim Pimpin Gelar Pasukan Latma Carat 2012


29 Mei 2012, Surabaya: Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum memimpin Gelar Pasukan Latihan Bersama (Latma) Carat 2012 di Batalyon Resimen Kaveleri Pasmar 1 Semarung Ujung Surabaya, Selasa (29/5). Hadir pada kesempatan tersebut, Kasarmatim Laksma TNI Djoko Teguh Wahojo dan para Kasatker Makoarmatim lainnya.

Latihan bersama antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat dari jajaran US Pacifik Command (USPACOM) yang diberi nama “Latma Carat 2012” (Cooperation Afloat Readiness and Training) ini pelaksanaannya diselenggarakan di Markas Koarmatim Ujung Surabaya, perairan Laut Jawa, Kabupaten Madura dan Kabupaten Situbondo Jawa Timur.

Dalam latihan bersama ini, Angkatan Laut Amerika Serikat datang ke Surabaya dengan tiga kapal perang, yaitu USS Germantown (LSD – 42), USS Vandegrift (FFG – 48), dan USCG Waesche, yang bersandar di Dermaga Jamrud Tanjung Perak Surabaya.

Sesuai jadwal yang direncanakan, latihan bersama Carat 2012 akan berlangsung selama 8 hari, mulai 30 Mei hingga 7 Juni 2012.

Sedangkan TNI AL sendiri dalam latihan ini akan melibatkan KRI Diponegoro-365, KRI Banjarmasin-592, KRI Sutedi Senoputra-378, pesawat Cassa, Heli Bell, Heli BO-105, Pasmar 1 Surabaya 7 BTR-50, Lantamal V, Dislambair dan Satkopaska Koarmatim. Adapun personel yang terlibat dari TNI AL 1.244 orang, dan dari pihak US Navy sekitar 830 orang.

Dalam amanat Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum mengatakan, bahwa Latihan Carat merupakan latihan bilateral antara TNI AL dan US Navy yang dilaksanakan setiap tahun.

Latihan ini bertujuan untuk mempererat kerjasama antara TNI AL dan US Navy serta meningkatkan keterampilan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan operasi bersama. Bagi prajurit TNI AL, lanjut Pangarmatim, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengukur tingkat profesionalisme yang telah dicapai dan mempelajari hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan keahlian.

Adapun bagi hubungan kedua negara, Indonesia dan Amerika Serikat, latihan Carat memiliki nilai strategis karena merupakan jalan untuk memelihara hubungan baik dan membangun saling pengertian (Confident Building Measure) antara kedua bangsa.

“Gelar pasukan yang diselenggarakan ini, merupakan tahap akhir pengecekan kesiapan personel dan material yang terlibat pada manuver lapangan latihan Carat 2012.

Untuk itu, apabila masih terdapat kekurangan atau keraguan dalam persiapan, agar sisa waktu yang ada ini segera dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan adakan koordinasi yang baik untuk mencari jalan keluar, sehingga memperoleh keyakinan kesiapan unsur, senjata, material dan kesiapan personel, demi suksesnya pelaksanaan latihan ini,”kata Pangarmatim.

Sumber: Dispenarmatim

KRI Sultan Hasanuddin-366 Singgah di Colombo


29 Mei 2012, Surabaya: Setelah berlayar mengarungi ganasnya Samudera Hindia selama tiga hari dari Belawan, KRI Sultan Hasanuddin (SHN) -366 dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkor Koarmatim) yang membawa Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL tiba di Colombo, Sri Lanka, belum lama ini, Rabu (23/5).

KRI SHN-366 disambut dengan merplug prajurit Angkatan Laut Sri Lanka. Sebelum merapat di dermaga, KRI SHN-366 disambut oleh dua kapal perang Angkatan Laut Sri Lanka yaitu Fast Atack Craft Dvora Class P-417 dan P-424. Dua kapal tersebut sempat menunjukkan kemahirannya dengan melakukan manuvra-manuvra taktis yang sangat menarik.

Kedatangan KRI SHN-366 disambut Staf Atase Pertahanan (Athan) Indonesia di Sri Lanka Mayor Inf Edward dan Commander of Colombo Naval Headquarters LCDR Paranavitana dan stafnya dengan berkunjung ke KRI SHN-366.

Kunjungan kedua pejabat tersebut disambut dengan akrab oleh Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D Letkol Laut (P) Dato Rusman SN di Lounge Room Perwira dan dilanjutkan makan malam. Pada keesokan harinya, Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D melakukan courtesy call ke Commander of Western Fleet Command Sri Lanka Navy Rear Admiral DS. Udawaththa di Colombo.

Kedatangan Komandan Satgas disambut dengan hangat dan penuh keakraban di ruang kerja Panglima Armada Barat Angkatan Laut Srilanka ini, Selanjutnya acara diakhiri tukar menukar cindera mata dan foto bersama.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kedutaan Besar RI untuk Srilanka yang beralamat di 400/50 Sarana Road Colombo-7, Sri Lanka. Kedatangan Dan Satgas diterima oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Bpk. Abert Abdi dan staf dari Athan Mayor Inf Edward dan Bpk. Zulkifli. Pada kesempatan tersebut, Dan Satgas diajak berkeliling untuk melihat lebih dekat lingkungan Kedubes RI. Areal Kedubes RI kurang lebih 1,5 hektar ini nampak asri, ditanami pohon dan tanaman seperti di Indonesia, antara lain pohon nangka, pisang, rambutan, kelapa dan lain-lain. Disini juga mempunyai koleksi gamelan jawa dan lukisan-lukisan bernuansa pewayangan. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari Komandan Satgas kepada KUAI dan dilanjutkan makan siang bersama.

Pada hari yang sama, KRI SHN-366 mendapat kunjungan dari personel Sri Lanka Navy. Prajurit Angkatan Laut Sri Lanka tersebut berjumlah 50 orang terdiri dari 5 perwira dan bintara serta tamtama, baik yang bertugas di kapal perang maupun bertugas di staf. Mereka berkeliling melihat dari dekat mengenai peralatan dan persenjataan KRI Sultan Hasanuddin-366 dengan didampingi perwira KRI SHN-366.

Setelah bersandar di Colombo selama 2 hari untuk melaksanakan bekal ulang logistik, pada hari Jum’at 25 Mei 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 bertolak menuju persinggahan berikutnya yaitu Salalah, Oman.

Keberangkatan KRI Sultan Hasanuddin-366 dilepas oleh KUAI Bpk.Albert Abdi dan beberapa staf Kedubes dan Athan. Waktu yang ditempuh menuju Salalah kurang lebih 4 hari 6 jam dengan kecepatan rata-rata 17 knot.

Sumber: Dispenarmatim

KRI Banda Aceh-593 Ikuti Latma CARAT 2012

KRI Banda Aceh. (Foto: Bisnis Jatim)

27 Mei 2012, Jakarta: Salah satu kapal perang dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh-593 mengikuti Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT) 2012 yang akan digelar TNI AL dengan US Navy pada sekitar awal Juni 2012 mendatang.

Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Suratun ini, Jumat (25/5), bertolak dari dermaga Kolinlamil untuk melaksanakan pelayaran menuju Surabaya, guna mengikuti latihan bersama tersebut, setelah melaksanakan embarkasi beberapa peralatan marinir yang akan dipergunakan dalam latihan.

Latma CARAT merupakan program latihan rutin setiap satu tahun sekali yang digelar oleh TNI AL dan US. Navy. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL mengenai doktrin peperangan laut, operasi amfibi, bhakti sosial dan penanggulangan bencana alam. Selain itu juga untuk meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara.

Menurut Rencana Latma CARAT 2012 akan digelar di sekitar Surabaya dan Madura dan pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Latihan tersebut akan melibatkan beberapa komponen Angkatan Laut diantaranya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Marinir, Kesehatan dan Pangkalan. Sedangkan dari pihak US. Navy akan mengirimkan beberapa kapal perang, pasukan marinir dan peralatan tempurnya, tim medis dan unsur-unsur maritim lainnya.

Sumber: Kolinlamil

KRI Yos Sudarso-353 Dipersiapkan Bertugas ke Lebanon


22 Mei 2012, Surabaya: Dipersiapkan akan bertugas ke Lebanon menggantikan KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Yos Sudarso-353 ditinjau Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum, di Dermaga Semampir Koarmatim Ujung Surabaya, Senin (21/5) sore.

Disamping meninjau kesiapan kapal, Pangarmatim pada kesempatan tersebut juga memberikan pengarahan kepada para perwira kapal, khususnya para Kepala Departemen Elektronika (Kadep Eka) dari unsur-unsur yang ada dijajaran Satuan Kapal Koarmatim.

“Kapal ini rencananya akan dipersiapkan untuk bertugas ke Lebanon menggantikan KRI Sultan Hasanuddin, untuk itu harus dipersiapkan sedini dan sebaik mungkin,” tegas Pangarmatim kepada perwira kapal yang hadir.

Rencana memberangkatkan KRI Yos Sudarso-353 untuk bergabung dengan Satgas Maritime Task Force (MTF) Konga/ UNIFIL (United Nation Interm Force In Lebanon), memang baru pertama kali ini akan menggunakan kapal perang Kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali.

Sebelumnya, selama empat kali penugasan ke Lebanon selalu memberangkatkan KRI jenis Sigma Kelas. KRI Yos Sudarso-353 merupakan kapal fregat buatan Belanda. Kapal ini dibangun pada tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda.

Sebelum bergabung dengan jajaran alutsista TNI AL, kapal ini mendapat peningkatan kemampuan, diantaranya pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat. Kapal perang ini masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim. Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Sumber: Dispenarmatim

15 Siswa Calon Awak Kapal Selam Latek Berlayar


21 Mei 2012, Surabaya: Menjelang penutupan pendidikan 11 Juli mendatang, sebanyak 15 siswa Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel) angkatan ke-46 Sekolah Kapal Selam (Sekasel), Kobangdikal, laksanakan latihan praktek (Latek) berlayar, Senin (21/5).

Latihan praktek yang akan berlangsung selama 52 hari tersebut, dibuka Komandan Pusat Pendidikan Khusus (Danpusdiksus) Komando Pendidikan Operasi Laut, Kolonel Laut (P) Zaenal Akbar, S.Sos., di gedung Hanafiah Pusdiksus Kodikopsla Kobangdikal,Ujung Surabaya.

Menurut Komandan Pusdiksus, tujuan dari latihan praktek ini adalah untuk memberikan pengalaman praktek di lapangan kepada para siswa yang merupakan penjabaran dan aplikasi teori pada tahap pertama dan kedua yang sudah diterima di kelas. Latihan tahap tiga ini, lanjutnya, seluruh siswa akan mendapatkan pelajaran mengenai penggunaan/pengoperasian peralatan secara langsung dari kapal selam tipe 209.

Oleh sebab itu, Zainal-sapaan akrab Danpusdiksus – berharap, siswa Dikcawakasel dapat mempergunakan kesempatan tersebut untuk belajar semaksimal mungkin sebelum masuk satuan kerja baru nanti sebagai awak kapal selam.

Kapal selam lanjutnya, adalah kapal perang mematikan yang dilengkapi dengan sarana dan pelalatan teknologi canggih. Bila tanpa keseriusan, kecermatan dan keikhlasan dalam menerima instruksi dari para pelatih dan pengajar, bisa berakibat fatal terhadap kelangsungan alutsista modern ini.“Ikuti SOP, petunjuk instruktur dan pelatih guna menghindari kecelakaan personil dan material,” tegasnya.

Sementara itu Komandan Sekolah Kapal Selam Mayor Laut (P) Wirawan Ady Prasetya mengatakan, latihan selama 52 hari tersebut meliputi Peraturan Dinas dalam TNI AL secara langsung di kapal, lattek pemasukan dan pengeluaran senjata torpedo, pengisian battery, pengoperasian seluruh pesawat sesuai kejuruan yang dimiliki dan diakhiri dengan praktek berlayar selama lima hari di laut.

Sumber: Kobangdikal

Amankan Presiden, Koarmabar Gelar Latihan Pratugas Operasi Pengamanan VVIP

(Foto: Paspampres)

14 Mei 2012, Jakarta: Dalam rangka pengamanan Presiden dan Wakil Presiden serta tamu negara setingkat Presiden, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menggelar Latihan Pratugas Operasi Pengamanan VVIP Tahun 2012. Latihan ini dibuka oleh Pangarmabar Laksda TNI Didit Herdiawan di Markas Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Pondok Dayung, Jakarta Utara, Senin (14/5).

Pangarmabar mengatakan, latihan operasi pengamanan VVIP akan berlangsung selama tiga hari, 14-16 Mei 2012. Latihan memiliki makna sangat penting yaitu membekali Satgas Operasi Pengamanan Koarmabar dalam kemampuan taktik, teknik pengamanan VVIP sesuai standard operation procedure (SOP).

Pangarmabar berharap latihan ini adalah kesiapsiagaan unsur-unsur Koarmabar dalam melaksanakan tugas operasi pengamanan VVIP dalam menghadapi segala bentuk ancaman, sabotase dan spionase yang dilaksanakan oleh pihak tertentu.

Menurutnya, Koarmabar sebagai bagian integral TNI AL, diamanatkan oleh UU Nomor 34/2004 tentang TNI untuk mengemban tugas melaksanakan operasi militer untuk perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Salah satu tugasnya adalah melaksanakan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. Pangarmabar menegaskan latihan bagi prajurit merupakan kebutuhan yang hakiki dalam menjalankan tugas pengabdian bagi negara. Karena melalui latihan akan senantiasa terasah kemampuan kita.

Selain itu juga dapat menambah wawasan di lapangan serta menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Mengingat pentingnya latihan pratugas ini, kata Pangarmabar, fokus latihan ini adalah mewujudkan lima sasaran penting dan strategis.

Pertama, terwujudnya pengetahuan dan ketrampilan para peserta latihan dalam melaksanakan tugas operasi.

Kedua, terbentuknya kerja sama yang baik antar unsur Satgas dalam melaksanakan tugas operasi.

Ketiga, terjaminnya keamanan VVIP dari segala bentuk ancaman dan sabotase serta spionase yang dilakukan oleh pihak tertentu.

Sasaran keempat adalah terjaminnya keamanan wilayah selama kegiatan VVIP dari ancaman berupa gerakan separatis bersenjata, radikalisme dan terorisme.

Kelima, melaksanakan seluruh rangkaian latihan dengan pencapaian zero accident. Dalam latihan ini diikuti oleh 720 personel Koarmabar TNI AL.

Usai upacara pembukaan, digelar simulasi pengamanan pejabat VVIP dari helikopter menuju unsur KRI TNI AL.

Sumber: Jurnas

Dermaga AL Batam Bersebelahan dengan Galangan Kapal

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (dua kiri) didampingi Chief Republic of Singapore Navy RADM Ng Chee Peng (kiri) menyalami para prajurit TNI usai menyaksikan demo laut anti perompakan oleh pasukan khusus TNI AL Kopaska di Selat Singapura usai merapat di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepri, Jumat (11/5). Patkor Indosin merupakan operasi rutin TNI AL dengan Republic of Singapore Navy yang telah berlangsung selama 20 tahun untuk pengamanan jalur pelayaran internasional di Selat Singapura dari para perompak. (Foto: kepri.antaranews.com/Henky Mohari)

11 Mei 2012, Batam: Dermaga Pangkalan TNI AL Batam Provinsi Kepulauan Riau, bersebelahan langsung dengan lahan galangan kapal. Antara dermaga TNI AL dengan lahan galangan kapal hanya dipisahkan tembok tinggi, kata Kasal Laksamana TNI Soeparno, Jumat.

Dia mengatakan, lokasi dermaga TNI yang bersebelahan dengan usaha galangan kapal tidak mengganggu daerah wajib steril TNI AL. Menurut dia, lokasi Markas Komando Lanal Batam yang berada di atas bukit sebelah dermaga justru memberikan nilai lebih. "Malah bagus sekarang, Mako berada di ketinggian," kata Kasal. Ia mengatakan keberadaan perusahaan galangan kapal tepat di sebelah dermaga dan Mako Lanal Batam merupakan hubungan timbal balik yang baik. "Ini simbiosis mutualisme," kata Kasal. Kasal menyatakan sebagian dana pembangunan dermaga dibantu perusahaan galangan kapal. "Dana terbatas, dibantu buat dermaga, 50 persen-50 persen," kata dia.

Pembangunan dermaga beton beserta jalan dari Mako Lanal ke dermaga memakan dana Rp23 miliar. Kasal mengatakan pembangunan dermaga di Mako Lanal memiliki nilai strategis tersendiri, mengingat Kota Batam berdekatan dengan negara tetangga. Apalagi Batam merupakan daerah kepulauan di perbatasan yang rawan konflik.

Di tempat yang sama Komandan Pangkalan Lanal Batam Kolonel (P) Nur Hidayat mengatakan pembangunan dermaga beserta jalan penghubung dari Mako Lanal Batam dimulai 12 Oktober 2010.

Dermaga sepanjang 50 meter bisa memuat beberapa Kapal Perang Indonesia jenis cepat rudal bisa KRI cepat rudal milik Indonesia yang diproduksi di Batam. Dermaga dan jalan panjang juga memiliki fasilitas aliran listrik darat dan air darat yang dapat mendukung ketahanan kapal beroperasi.

Diharapkan, pembangunan dermaga dapat membantu kinerja Lanal Batam dalam mengamankan wilayah kesatuan negara RI.

Sumber: ANTARA Kepri

Lanal Natuna Tingkatkan Patroli di Laut Natuna dan Laut Cina Selatan


9 Mei 2012, Natuna: Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Suhartono, Rabu, mengatakan akan meningkatkan patroli kapal perang di Laut Natuna dan Laut Cina Selatan dari 19 kali pertahun 40 kali pertahun.

Hal tersebut diungkapkan Suhartono pada audiensi Kepala Kantor Berita Antara Biro Kepulauan Riau (Kepri), Evi R Syamsir ke Markas Komando (Mako) Lanal Ranai, di Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri. "Berdasarkan data tahun lalu, patroli kapal perang di Natuna hanya dilakukan sebanyak 19 kali pertahun, namun saat ini kami akan meningkatkan patroli hingga maksimal 40 kali dala setahun," ungkapnya. Dia mengatakan dimasa kepemimpinannya yang baru berjalan delapan bulan, pihaknya berupaya melakukan peningkatan patroli antara 30 hingga 40 kali pertahun. "Sampai saat ini kami sudah melakukan patroli sebanyak 30 kali," sebutnya.

Wilayah operasional Lanal Ranai yang berada di ALKI-I tingkat kerawanannya cukup tinggi, khususnya perairan Natuna, karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Vietnam,. "Sehingga Lanal Ranai selaku pelaksana operasi Keamanan Laut (Kamla) diwilayahnya harus mampu melaksanakan pengendalian laut dan menciptakan terwujudnya keamanan laut di wilayah tersebut," ucapnya.

Menurutnya, hal ini menjadi agenda penting bagi Kabupaten Natuna yang secara nasional menjadi wilayah strategis nasional yang patut dijaga dari gangguan pihak asing. "Tidak bisa dipungkiri, kehadiran kapal perang yang selalu rutin melakukan patroli menjadi tolak ukur bagi pihak asing.

"Natuna selalu menjadi incaran pihak asing dan kita konsen terhadap keamanan laut Natuna, khususnya," jelasnya. Ia mengakui, Natuna yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Vietnam memiliki nilai strategis bagi NKRI dan bagi negara asingpun selalu memantau. "Jangan salah, informasi keamanan laut kita selalu disortir oleh negara asing dan mereka sangat meremehkan negara kita," sebutnya.

Karena itu, Suhartono akan melakukan berbagaiupaya sesuai porsinya. "Kita akan memperbanyak kapal dan membangun radar di pulau-pulau," ujarnya. Selama ini, menurutnya AL Ranai belum memiliki radar. "Untuk itu, pihaknya akan berupaya mewujudkan radar yang diletakkan di pulau-pulau seperti pulau Midai, Subi dan Serasan. Radar adalah indera bagi AL," tegasnya.

Hal senada dikatakan Kabiro Antara Biro Batam, Evy bahwa pihaknya menganggap Kabupaten Natuna sangat penting dari segi penyiaran informasi. "Merah putih tetap kita pegang teguh, apalagi di kawasan perbatasan yang merupakan laman NKRI," tegasnya.

Dia mengatakan, keberadaan Antara di Kabupaten Natuna sebagai penyampai informasi tentang Kabupaten Natuna ke pihak luar. "Apa yang menjadi permasalahan dan kebutuhan masyarakat Natuna dapat digesa melalui informasi-informasi yang terus kita siarkan, kitapun komit dengan upaya pihak-pihak terkait dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui informasi," paparnya. "Hal yang paling penting adalah merah putih dulu," tandasnya.

Sumber: ANTARA Kepri

Kasarmatim Berangkatkan KRI Sultan Hasanuddin-366 ke Lebanon


9 Mei 2012, Surabaya: Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kasarmatim) Laksamana Pertama TNI Djoko Teguh Wahojo melepas keberangkatan KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 menuju perairan Lebanon yang ikut andil dalam Satgas Maritim TNI Konga XXVIII.D UNIFIL (United Nation Interm Force In Lebanon) 2011 di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Rabu (9/5) sore.

Pelepasan KRI SHN-366 tersebut dihadiri Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Ari Soedewo, Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Atok Urachman, Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny. Yus Agung Pramono, para Kasatker Koarmatim, ibu-ibu Pengurus Daerah Jalasenastri Armatim dan para keluarga Anak Buah Kapal (ABK) KRI SHN-366.

KRI Sultan Hasanuddin-366 dari jenis korvet kelas Sigma buatan Belanda yang masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkor Koarmatim) ini adalah yang ke empat kali ikut andil mengemban misi perdamaian dunia dalam Satuan Tugas (satgas) Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII.D Unifil.

Sebelumnya tugas kemanusiaan ini dilakukan oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367.

Kapal perang Indonesia ini nantinya akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lainnya yang tergabung dalam Gugus Tugas MTF. Kapal perang yang di Komandani Letkol Laut (P) Dato Rusman ini, rencananya akan bertugas selama 8 bulan, dengan rincian 2 bulan pelayaran berangkat dan pulang serta 6 bulan berada di tempat lokasi.

Rute yang dilewati selama pelayaran menuju Lebanon, yaitu Surabaya-Jakarta-Belawan-Colombo-Salalah-Port Said-Beirut.

KRI Sultan Hasanuddin-366 dalam tugasnya nanti akan membawa 1 buah helikopter BO-105 dengan jumlah personel total 105 orang, dengan rincian ABK 94 orang, pilot dan Crew Heli 7 orang, dokter 1 orang, Kopaska 1 orang, perwira penerangan 1 orang, dan perwira intelijen 1 orang.

Dikirimnya kembali kapal perang TNI AL untuk bergabung dengan Satgas MTF kali ini tidak lain merupakan bentuk pengakuan dunia kepada TNI. Bahwa TNI, telah dianggap mampu untuk melaksanakan tugas-tugas PBB, khususnya dalam aspek maritim.

Sumber: Dispenarmatim

KRI Kakap dan KRI Tongkol Ikuti Cassoex 2012


8 Mei 2012, Surabaya: Dua kapal perang jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim, yaitu KRI Kakap-811 dan KRI Tongkol-813, akan mengikuti Latihan Bersama (Latma) Cassowary Exercie (Cassoex) tahun 2012 di Darwin Australia.

Kedua kapal perang tersebut tolak dari Dermaga Tenau Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (08/05). Keduanya akan melaksanakan perjalanan lintas laut (linla) dari Kupang NTT menyeberangi Laut Timor, Samudera Hindia kemudian menuju pangkalan Angkatan Laut (AL) Australia, Royal Australian Navy (RAN) HMAS Coonawarra, Darwin Naval Base.

KRI Kakap-811 dikomandani oleh Mayor Laut (P) Himawan yang juga bertindak selaku Komandan Satuan Tugas Latihan Bersama (Latma) Cassowary 2012, sedangkan KRI Tongkol-813 dikomandani oleh Mayor Laut (P) Bimo Aji.

Cassoex, merupakan program kerjasama latihan antara TNI Angkatan Laut dengan Royal Australian Navy, yang diselenggarakan rutin setiap dua tahun sekali dengan melibatkan unsur kapal patroli kedua negara. Kerjasama tersebut untuk menciptakan kawasan perairan yang terkendali serta membina kerjasama yang positif antara Indonesia dan Australia, kususnya TNI AL dan RAN.

Angkatan Laut kedua negara sama-sama memliki tugas untuk memelihara stabilitas keamanan perairan wilayah teritorial masing-masing. Sebagai tindak lanjut kerjasama dalam memelihara kawasan laut yang terkendali di perairan Indonesia dan Australia tersebut, unsur-unsur TNI AL dan RAN melaksanakan kegiatan latihan bersama dengan sandi “CASS 12”.


Bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) atau Commander Task Group (CTG) Perwira dari RAN yaitu, Commander Alex Hawes yang menjabat sebagai (Commander Sea Training Group, Minor War Vessels). Sedangkan komandan kontingen dari Indonesia Deputy Commander Task Group (DCTG) dijabat oleh Komandan KRI Kakap Mayor Laut (P) Himawan. Rencananya Latma Cassowary akan dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 11 Mei sampai dengan 16 Mei 2012.

Daerah tempat latihan meliputi Darwin Naval Base, Headquarters Northern Command serta perairan North Australia Exercise Area (NAXA). Kegiatan Latma Cassoex 12 dibagi menjadi dua tahap, yaitu latihan kering di pangkalan (Harbour Phase) dan manuver lapangan (manlap) di laut (Sea Phase). Tahap Harbour Phase, meliputi kunjungan kehormatan (Courtesy Call), upacara pembukaan (Opening Ceremony), Table Top Brief (briefing manuver), olahraga bersama serta gladi peran pemeriksaan kapal Boarding Exercise (Boardex).

Sedangkan tahap Sea Phase meliputi serial-serial latihan diantaranya latihan penyelamatan massal (Mass Solas), manuvra taktis (Tacman), demo pemeriksaan kapal (Boarding Demo), formasi kapal-kapal tabir Night Steaming In Company (NSIC), Gunnery Exercise (Gunnex) penembakan senjata artileri meriam Kaliber 40mm, 25mm, 20mm,12,7mm, penembakan Senjata Ringan, pembekalan di laut Replenishment At Sea Approach(Rasap) serta latihan penyelamatan kapal dengan aksi penanggulangan kebakaran dan kebocoran Damage Control Exercise (DCEX).

Sumber: Dispenarmatim

Awak Kapal KRI Kakap Lakukan Perawatan Saat Sandar di Lantamal VII


7 Mei 2012, Surabaya: Sandar di Dermaga Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kakap-811 melaksanakan perawatan kapal, Minggu (06/05).

Perawatan meliputi beberapa bagian kapal, mulai dari bagian dalam dan luar kapal. Perawatan dalam kapal dilaksanakan dengan membersihkan koridor (lorong dalam kapal), ruangan-ruangan dan tempat tidur prajurit serta kamar mandi. Sedangkan perawatan bagian luar dilaksanakan dengan pengecatan geladak serta lambung kapal yang sudah mulai berkarat akibat air laut.

Dilandasi dengan semangat kerja yang tinggi, prajurit KRI Kakap melaksanakan perawatan kapal meskipun saat itu adalah hari libur Sabtu dan Minggu. Awak kapal perang di jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim itu, mulai dari Perwira, Bintara dan Tamtama seluruhnya ambil bagian dalam menjaga kapal agar selalu siap melaksanakan operasi.

Kekompakan kerja sebagai tim dan saling mendukung satu sama lain membuat pekerjaan yang mereka laksanakan terasa ringan dan mudah. Hasil kerja prajurit tersebut akan berpengaruh terhadap operasional kapal ketika sedang melaut. Sehingga ditutut kesungguhan dan keseriusan kerja untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal dan efektif.


Prajurit KRI Kakap mulai dari Departemen Operasi (Depos), Departemen Mesin (Depsin) dan Departemen Logistik (Deplog) bersama-sama melaksanakan perawatan dan pembersihan kapal sesuai tanggug jawab di sektor masing-masing.

Perwira Pelaksana (Palaksa) KRI Kakap Kapten Laut (P) Andi Kristanto sebagai kordinator kerja, menugaskan kepada Bintara Utama (Bama) sebagai penanggung jawab kerja perawatan bagian luar dan Pengurus Dalam (PD) bertanggung jawab di sektor dalam kapal.

Selain melakukan perawatan dan pembersihan, prajurit KRI Kakap juga melakukan perbaikan ringan terhadap pesawat-pesawat elektronika, mesin dan senjata. Sensor kapal berupa radar dan peralatan elektronika lainnya diperiksa secara periodik serta dilakukan perbaikan dan penggantian terhadap komponen-komponen yang rusak.

Demikian juga departemen mesin, bagian ini melaksanakan perbaikan sistim pipa pembuagan dan saluran air, Mesin Pendorong Pokok (MPK), dan listrik kapal.

Sedangkan bagian senjata melakukan perawatan serta membersihkan laras dan komponen senjata meriam 40 mm, meriam 20 mm dan senapan mesin metraliur 12,7 mm. Untuk senjata kaliber 12,7 mm dilaksanakan bongkar pasang oleh anggota KRI bagian senjata. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan senjata tersebut untuk digunakan pada setiap saat.

Sementara itu bagian logistik memberikan dukungan terhadap rekan-rekan mereka yang sedang bekerja dengan memberikan konsumsi berupa makanan dan minuman segar.

“Sekecil apapun peran serta yang disumbangkan oleh prajurit dapat menentukan keberhasilan dalam tugas”, kata Komandan KRI Kakap Mayor Laut (P) Himawan.

Sumber: Dispenarmatim

Pangarmatim Inspeksi KRI Sultan Hasanuddin-366


4 Maret 2012, Surabaya: Kesiapan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Hasanuddin -366 ditinjau oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono SH.M.Hum. Jumat (4/5).

Kapal yang sedang bersandar di Dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya itu, menjadi perhatian Pangarmatim sehubungan dengan kesiapannya untuk melaksanakan misi Perdamaian dunia dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). KRI Sultan Hasanudin-366 merupakan kapal perang buatan Belanda yang ke 4 kali tergabung dalam Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-D / UNIFIL Lebanon tahun 2012.

Pangarmatim dalam kesempatan itu meninjau seluruh kesiapan kapal tersebut, baik dari Administrasi, personel, logistik, persenjataan serta kesiapan lainnya yang berkaitan dengan tugas tersebut. Disamping melaksanakan peninjauan, Pangarmatim juga memberikan pengarahan kepada seluruh personel baik Perwira, Bintara dan Tamtama kapal perang Sigma Class itu.

Dalam pengarahannya Pangarmatim antara lain mengatakan, seiring dengan perkembangan peran Indonesia dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, Indonesia telah ke empat kalinya diminta untuk mengirimkan Satgas laut nya.

Hal ini merupakan kebanggan tersendiri bagi TNI, khusunya TNI AL dan merupakan kesempatan untuk mengirimkan KRI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon yang melibatkan unsur kapal perang.


“Oleh karena itu, dengan dilibatkanya TNI AL untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB di Lebanaon sebagai pasukan UNIFIL Maritime Task Force atau MTF UNIFIL, merupakan wujud kepercayaan bahwa PBB mengakui kemampuan Angkatan Laut Indonesia dalam melaksanakan operasi di laut serta operasi-operasi bersama dengan negara lain, sesuai pengalaman tugas operasi yang dimiliki di dalam negeri maupun di kawasan, “tegas Pangarmatim.

Menurut Pangarmatim, dalam rangka mendukung misi MTF UNIFIL Indonesia sebelumnya telah mengirimkan tiga KRI secara berurutan, yaitu KRI Diponegoro-365, KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Sultan Iskandar Muda-367, yang hingga kini menjelang akhir penugasannya. Untuk yang ke empat, sedang dipersiapkan KRI Sultan Hasanuddin-366, sebagai pengganti KRI Sultan Iskandar Muda-367.

“Dengan tugas berat yang akan saudara emban, sudah seharusnya para prajurit untuk terus melakukan pembekalan diri dan meningkatkan kemampuan personel dalam kerja individu ataupun dalam tim, serta menyiapkan berbagai perlengkapan yang akan digunakan dalam misi PBB,”kata Pangarmatim menegaskan.

Sumber: Dispenarmatim

Dua KRI Tolak Dari Darwin Menuju Indonesia


3 Mei 2012, Surabaya: Dua unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Kakap-811 dan KRI Tonggkol-813 yang telah mengikuti kegiatan Patroli Kordinasi Autralia Indonesia (Patkor Ausindo) tahun 2012, bertolak dari Dermaga Darwin Naval Base menuju perairan Indonesia, belum lama ini, Sabtu (28/04).

Kepulangan kedua KRI itu dilepas oleh Atase Laut Indonesia untuk Australia Kolonel Laut (P) Bambang Pramushinto dan Atase Laut Australia untuk Indonesia Captain Katja Bizilj. Kapal perang di jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmtim tersebut melaksanakan tugas Patkor Ausindo tahun 2012, dibawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Guspurlatim).

Berbagai rangkaian kegiatan telah diikuti selama dua minggu, baik selama di Indonesia maupun di Australia. Kegiatan yang telah dilaksanakan mulai tahap perencanaan, pembukaan, workshop, manuver lapangan di laut serta tahap pengakhiran dan penutupan. Patkor Ausindo 2012, merupakan kegiatan patroli bersama yang dilaksanakan ketiga kalinya sejak tahun 2010. Kerjasama patroli antara pemerintah Indonesia dan Australia itu dilaksanakan setiap setahun sekali.

Hal itu bertujuan untuk menciptakan kesepahaman serta meningkatkan pengamanan maritim dari segala tindakan illegal yang terjadi di perbatasan laut kedua negara.

Keberhasilan yang dicapai oleh KRI Kakap dan KRI Tongkol saat mengemban misi patroli bersama, merupakan buah kerja keras para prajurit yang tergabung menjadi tim yang solid dalam melaksanakan tugas dengan penuh semangat pantang menyerah. Keberhasilan yang diperoleh bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan salah satu tantangan dari sekian banyak tugas kedepan yang harus dihadapi.

Meskipun pada saat perjalanan lintas laut (linla) dari Pulau Pasir (Ashmore Reef) menuju Darwin dihantam gelombang setinggi 6 meter, dengan berbekal keyakinan, semangat dan tekad yang tinggi, prajurit KRI kembali melaut menuju perairan Indonesia. Rencananya kedua KRI tersebut akan singgah di Dermaga Pelabuhan Lantamal VII Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melaksanakan bekal ulang.

Sumber: Dispenarmatim